Ini Desa Pertama di Tinombo yang Sukses Salurkan BLTDes Hingga Tuntas

Kades Dusunan Barat, Fatmawati (baju warna pink) didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat ketika menyerahkan BLT tahap III kepada warga penerima, Jumat, 19 Juni 2020.

Penulis: Fadel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Tiga tahap penyaluran Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTDes) tuntas terealisasi di Desa Dusunan Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Bisa dibilang penyaluran bantuan di desa tersebut tepat waktu. Dimana menurut ketetapan kementerian bahwa bulan Juni merupakan target berakhirnya penyaluran bantuan, selama tiga bulan terhitung sejak April tahun ini.

Bacaan Lainnya

Jumat, tanggal 19 Juni tercatat sebagai kesempatan terakhir masyarakat Dusunan Barat mendapat BLTDes.

Suksesnya penyaluran bantuan hingga tahap III, desa itu ‘terekam’ sebagai satu-satunya desa di Kecamatan Tinombo yang sudah selesai menyerahkan bantuan bersumber dari Dana Desa.

Diketahui bahwa lahirnya ‘donasi’ yang disebut BLTDes lewat kebijakan pemerintah Republik Indonesia, adalah dampak pandemi Covid-19, sejak awal tahun ini.

BLTDes dalam pelaksanaannya diinstruksikan oleh kementerian sejak April hingga Juni tahun ini. Uang pemberian Negara itu senilai Rp600 ribu per Kepala Keluarga penerima. Doi sebanyak itu diterima tiap KK penerima sebanyak tiga kali—selama tiga bulan, atau dalam jumlah Rp1,8 juta per penerima.

“Total anggaran BLTDes tersalurkan kepada warga di Dusunan Barat Rp272 juta lebih. Jumlah KK penerima 124. Nilai alokasi anggaran untuk BLTDes sebesar 30 persen dari DD,” kata Kades Dusunan Barat, Fatmawati.

Kepada Berita Sulteng, Fatmawati  menjelaskan kalau keberhasilan merealisasikan amanah pemerintah RI terkait BLTDes dalam waktu yang tepat, merupakan hasil yang tidak disangka. Sebab menurut wanita berhijab itu, Di penyaluran tahap I, Pemdes sudah ‘dihantam masalah’.

“Di waktu penyaluran pertama terjadi kekurangan dana. Solusi yang diambil saat itu yakni meminjam uang dari sumber lain. Demi mencukupi, kami meminjam dari pengusaha,” kata Fatmawati.

Opsi main pinjam doi oleh Pemdes Dusunan Barat, jadi solusi kekurangan waktu itu. “Karena kami (Pemdes) lebih mengutamakan masyarakat maka kami meminjam dana modal BUMDes. Tapi saat ini pinjaman itu sudah kami kembalikan, pasca pencairan DD,” ungkapnya.

Menyinggung petunjuk sehingga ‘beraninya’ berhutang demi menutupi kekurangan anggaran, menurut Fatmawati semua berkat pedoman Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Parimo.

“Hasil konfirmasi dengan Dinas PMPD kabupaten, dibolehkan untuk mencari dana pinjaman demi penyaluran BLTDes, asalhkan diganti ketika dicairkan DD. Karena penyaluran dana dampak Covid-19 sebaiknya jangan ditunda-tunda,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *