SK Segera Expired, Relawan Covid-19 Kayuboko Sebar ‘Ramuan’ Anti Corona

Anggota relawan Covid-19 Desa Kayuboko, Kabupaten Parigi Moutong dalam aktifitas menyemprot disinfektan di rumah-rumah penduduk setempat. Gerakan ini sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona. (Ft. Syarif M.R/Berita Sultengi)

Penulis: Yoel | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Tindakan menyemprot cairan ‘anti’ virus dilakukan lagi oleh pemerintah Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Padahal sekarang ini banyak konsentrasi yang tersedot penerapan new normal pasca serangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Penyemprotan kedua pada Minggu, 21 Juni kemarin, sistemnya serupa dengan aksi pertama dilakukan sejak dua bulan lalu—24 April. Diketahui, tujuan aksi ini demi memutus rantai penyebaran virus yang dikabarkan dari Kota Wuhan China pada akhir tahun 2019.

Dipantau Berita Sulteng, aksi menyemprot cairan disinfektan di desa itu menyasar rumah-rumah warga, tempat ibadah, dan sejumlah fasilitas umum yang dinilai bisa berpotensi jadi sarana penularan corona virus. Warung makan bahkan deker juga jadi sasaran penebaran ‘racun’ Covid-19 di Desa Kayuboko.

Alasan menyemprot deker menurut Kades Kayuboko, Rahmad, karena fasilitas tepi jalan itu sebagai sasaran nongkrongnya pemuda setempat kalau malam.

Gerakan menyemprot disinfektan yang dimotori Pemdes, ini dalam realisasinya dilakukan tim relawan yang khusus dibentuk untuk penanggulangan Covid-19 tingkat desa. Relawan ini dibentuk menuruti komando pemerintah Republik Indonesia saat Negara menghadapi wabah virus corona sejak awal tahun 2020.

Pembiayaan dipakai dalam aksi mencegah serta memutus rantai penyebaran Covid-19 ‘dipetik’ dari Dana Desa—berdasar petunjuk pemerintah RI.

Cairan yang katanya bisa menangkal Covid-19, oleh relawan setempat diracik mengikuti petunjuk medis yang sejak April lalu dipelajari. “Cairan disinfektan merupakan cairan yang dibuat sendiri oleh relawan Covid-19 di desa ini, dengan merujuk pada bahan dari rekomendasai kementerian kesehatan,” kata Kades Kayuboko, Rahmad yang ditemui pewarta di sela sibuk-sibuknya penyemprotan..

Penyemprotan larutan mengandung bahan anti bakteri pada hari Minggu pagi kemarin menghabiskan sekitar 700 liter.

Tidak terhenti di sini, gerakan ‘menebar ramuan anti virus’ di Desa Kayuboko masih akan dilakukan.

Berdasarkan rencana Pemdes bersama relawan Covid-19, akhir bulan Juni ini semprot-semprot disinfektan kembali digerakkan. Karena sudah merupakan agenda yang telah disepakati kalau tindakan menyemprot disinfektan sebanyak tiga kali.

Lahirnya jadwal penyemprotan di akhir bulan ini, kata Rahmad, mengingat Surat Keputusan yang dikeluarkan untuk relawan Covid-19 desa segera expired atau sampai bulan Juni.

“Insyaallah penyemprotan ketiga bisa cepat kami laksanakan. Untuk SK penambahan waktu masa kerja relawan, kami masih akan koordinasikan dengan sejumlah pihak terkait, baik di desa, pendamping desa, pemerintah kecamatan, bahkan kabupaten,” ungkap Rahmad.*

banner 970x90
banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.