Menggalang Donasi Untuk Keperluan Operasi Rafiani

  • Whatsapp
Kondisi Rafiani Gani yang dalam kondisi bengkak pada bagian dada hingga tangan kiri akibat serangan tumor. (Foto Istimewah)

Untuk bisa tembus di ranjang operasi rumah sakit andalan Kabupaten Parigi Moutong Rafiani hanya bermodalkan KIS. Namun, ‘kesaktian’ kartu produk Presiden RI Joko Widodo ternyata tak ampuh membebaskan Rafiani dari lilitan akar tumor ganas

Penulis: Yoel | Editor: Andi Sadam

Bacaan Lainnya

banner 970x90

NAMANYA Rafiani Gani. Perempuan ini sedang dibelenggu penyakit yang membuatnya sulit beraktivitas. Di kesehariannya, Rafiani terpaksa hanya bisa menahan sakit bila terdesak untuk bekerja. Besar niatnya mau berobat, tapi kondisi ekonomi keluarga tak mampu menyeimbangi biaya rumah sakit. Semoga artikel ini bisa menjadi karya untuk menambah sosok dermawan, dipertemukan dengan Rafiani Gani. Karena kondisi keuangan keluarganya, hanya sokongan donasi bisa mempercepat harapan guna menjalani operasi.

Istilah medis, penyakit yang diderita Rafiani disebut Tumor Mammae Sinistra suspeck Malignan. Efek dari penyakit ganas tersebut kini sudah menjalar ke tangan kiri Rafiani, lebih parah lagi payudara sebelah kirinya. Hampir rata-rata organ tubuh bagian kiri wanita itu bengkak luar biasa. Kondisi ini bikin siapa saja kalau pertama kali melihat Rafiani akan bertanya, heran dan iba. Sebab bengkak pada dada hingga tangan kirinya bukan sembab biasa.

Besar hati Ibu Rumah Tangga itu mendapat penanganan medis demi menghilangkan tumor dari tubuhnya. Tapi, seperti yang telah disebutkan di awal bahwa kondisi ekonomi jadi kendala. Barangkali butuh waktu lama bagi rumah tangga itu untuk mengumpul dana guna pemenuhan seluruh kebutuhan berobat. Sebab itu, hanya upaya saling menolong dari keluarga, kerabat, hingga tangan-tangan sanga dermawan yang bisa membantu supaya Rafiani kuasa menuju jalan penyembuhan satu-satunya yaitu operasi.

Tersandarnya tumpuan terhadap uluran tangan dari sosok yang mulia hati, tidak lain demi percepatan proses penanganan. Karena kondisi penyakit ditubuh Rafiani saat ini sangat tidak pantas disematkan kata “tunggu dulu” untuk berobat. Besar kemungkinan kalau tumor dideritanya tidak segera ditangani dampaknya bisa makin parah.

Di kondisi saat ini, saking seriusnya penyakit Rafiani, harus ditangani dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jarak yang cukup jauh dari kampung tempat tinggal Rafiani di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Tumor yang kini ganas menyerang Rafiani, telah 10 tahun diderita. Banyak upaya sudah dilakukan demi ‘mengusir’ penyakit itu sejak lalu. Namun lagi-lagi kendalanya adalah keterbatasan.

Tahun lalu Rafiani sempat menjalani operasi ringan di RSUD Anuntaloko Parigi. Untuk bisa tembus di ranjang operasi rumah sakit andalan Kabupaten Parigi Moutong itu Rafiani hanya bermodalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, ‘kesaktian’ kartu produk Presiden RI Joko Widodo ternyata tidak ampuh membebaskan Rafiani dari lilitan akar tumor mammae sinistra suspeck malignan alias tumor ganas di payudara sebelah kiri.

Setelah menjalani bedah pada 2019, keadaan perempuan berumur 48 tahun kini justru makin parah. Bengkak disertai sakit bila bergerak makin ia rasakan. Selain beban sakit, tanggung jawab sebagai seorang istri terhadap urusan rumah tangga juga jadi buah pikirannya. Sementara makin hari akar tumor itu makin menyebar di tubuhnya.

Wanita itu bercerita, semula ia tak mengira kalau pembengkakan pada bagian lengan kiri merupakan sebaran dari tumor. Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium pada Januari 2020, dimana nanti bulan Februari hasil hispatologi di laboratorium patologi anatomi menyebutkan kalau penyakit yang mengendap dalam tubuhnya telah menyebar.

Aksi Solidaritas Warga Kayuboko

Inisiasi Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa Kayuboko, mengajak kelompok Risma setempat bergerak menggalang donasi dari masyarakat.

Penggalangan dana waktu itu menyasar rumah-rumah warga Desa Kayuboko. “Insya Allah, kami juga akan menggalang dana dari masyakat Parigi melalui aksi turun ke jalan,” kata ketua BPD Kayuboko, Herry Susanto,

Upaya kumpul-kumpul rupiah itu tidak hanya dilakukan langsung dari tangan ke tangan tapi juga berlaku melalui transfer bank di nomor rekening BRI 3335-01-035443-53-2 atas nama Donasi Sosial Kemasyarakatan Desa Kayuboko.

Rekening tersebut diterbitkan panitia penggalan dana Desa Kayuboko. Harapannya bantuan yang disedekahkan, baik tunai maupun transfer bank bisa mengantarkan Rafiani Gani berobat ke Makassar.

Usaha mengumpul donasi oleh pihak-pihak tersebut akan terhenti bila wanita pengidap tumor itu sudah bisa diberangkatkan ke Makassar serta mendapat penanganan secara medis.

Teruntuk yang ingin berdonasi serta berkomunikasi, silahkan menghubungi nomor seluler 0822 9373 4587 atas nama Hasrudin—Ketua Panitia Penggalangan Dana, atau 0823 4882 9000 atas nama Herry Susanto—Ketua BPD Kayuboko.*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *