Lima Orang Dinyatakan Hilang di Sulteng, Tiga Meninggal, Dua Dalam Pantauan

  • Whatsapp
Foto Dok. Basarnas Palu

Penulis/Editor: Andi Sadam | Data: Basarnas Palu

Berita Sulteng – Info orang hilang hingga akhir Juni kemarin masih jadi topik yang hampir setiap hari jadi ‘penghias’ edisi surat kabar, apalagi media online, juga di televisi. Di Sulawesi Tengah, bulan kemarin, terpublikasi lima orang terlapor hilang. Menurut hasil operasi SAR gabungan, dari jumlah tersebut tiga orang ditemukan sudah tidak bernyawa, sedangkan dua orang lainnya masih misteri.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Data diperoleh dari website Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Palu, dari tiga korban meninggal salah satunya kepala desa. Selebihnya adalah sipil dengan profesi nelayan dan petani, juga dengan dua orang yang masih belum terdeteksi keberadaannya.

Keseluruhan korban berjenis kelamin laki-laki. Selain menyisip pilu di pihak keluarga, kejadian yang berdampak menambah angka status janda di Provinsi Sulteng, itu terjadi di empat wilayah berbeda, serta waktu berbeda. Yaitu di Kabupaten Tolitoli, Buol, Parigi Moutong, dan Kota Palu.

Kades Pangi Hilang

Selama bulan Juni 2020, peristiwa pertama terjadi di tanggal 7, dialami Kades Pangi bersama seorang warganya. Mereka dikabarkan hilang saat menangkap ikan menggunakan pukat bersama dua orang teman lainnya.

Mereka berempat mencari ikan dengan pukat di seputaran pantai di tanjung Tolitoli, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Saat itu, sesuai laporan diterima Basarnas, Kades bernama Rahman usia 36 tahun, dan satu warganya bernama Kahar, usia 32 tahun, terseret ombak. Sejak hari minggu sekitar jam 12 malam itu dua orang tersebut dinyatakan hilang.

Rilis berita di web palu.basarnas.go.id, kesaksian dua teman mereka yang selamat, ketika terhantam gelombang, Rahman dan Kahar mendadak lenyap. Mereka sempat mencari tapi tidak menemukan. Demi pertolongan, dua saksi langsung melapor pada keluarga serta aparat setempat.

Utusan tim Search and Rescue (SAR) Basarnas Palu, bergegas meluncur ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP) setelah menerima laporan. “Menindaklanjuti laporan tersebut satu tim rescue unit siaga SAR Tolitoli diberangkatkan ke lokasi kejadian. Pencarian hari pertama dimulai jam 6 pagi,” kata Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano, dilansir portal resmi Basarnas Palu.

Baca: Pencarian Hari ke 2, Tim SAR Gabungan Menemukan Kades Pangi dan Warganya

Upaya kru penyelamat gabungan saat itu berhasil, tapi nanti di hari kedua. Namun kedua korban sudah tidak bernyawa.

Nelayan Asal Bukamog hilang di Laut Paleleh

Salman Abdullah, terkabar hilang. Nelayan berumur 36 tahun desa RT.002 Dusun II, Desa Bukamog, Kabupaten Buol, melaut sejak Senin, 15 Juni.

Informasi hilangnya Salman diterima petugas komunikasi Basarnas Palu pada Selasa 23 Juni jam 8 malam dari Irwanto Korompoy—Kades Bukamog. Salman diketahui memancing di perairan Paleleh.

Pada 23 Juni sekitar pukul 06:30, rekan seprofesinya masih melihat Salman berada di atas perahu menuju arah barat. Namun, beberapa saat kemudian, rekan nelayan lainnya tiba-tiba menemukan perahu milik Salman tanpa ada siapa-siapa di atasnya. Berdasarkan kondisi tersebut, di sela sibuk mencari, saksi kemudian menghubungi teman serta keluarga Salman.

Tim rescue unit siaga SAR Tolitoli yang menerima info langsung ke lokasi kejadian.  Jam 2  siang pada Rabu 24 Juni tim tiba di wilayah dimana Salman terlapor hilang. Dalam aksi, tim penolong membentang 10,68 mil radius penyisiran.

Utusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buol, Aparat Polsek Paleleh serta masyarakat turut gabung dengan anggota Basarnas.

Baca: Pencarian Salman Abdullah Ditutup dengan Hasil Nihil

Sampai pada tanggal 30 Juni, perintah mengakhiri misi mencari Salman Abdullah diberlakukan kepada gabungan tim SAR. Hingga catatan ini telansir, keberadaan Salman masih misteri.

Pria di Sumbersari Terlapor Hilang, Pamitnya ke Kebun

Namanya Jalil, warga Desa Sumbersari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, terlapor hilang di wilayah Desa Bonebula, kecamatan setempat.

Baca: Tim SAR Masih Melacak Pria Usia Lanjut yang Hilang di Bonebula

Pria berumur 50 tahun ini dicari di badan sungai Bonebula. Tidak main-main rute pencarian terhadap Jalil. Radiusnya mencapai belasan kilometer. Oleh tim SAR gabungan, Jalil dicari dari kawasan bendungan sungai Bonebula, muara, sampai ke laut.

Kesimpulan tim mencari Jalil di batang air berdasarkan isyarat jejak, hingga isu kesaksian suara anak-anak yang berteriak melihat orang hanyut di kuala.

Baca: Kesaksian Anak yang Melihat Orang Hanyut di Kuala jadi Petunjuk Tim SAR Mencari Jalil

Lima hari ditelusuri, tepat tanggal 29 Juni, komando ‘bubar grak’ terhadap pasukan SAR gabungan dikeluarkan. Tanggal 1 Juli, perintah mengakhiri misi mencari Jalil dihentikan, walau tiada hasil.

Pihak terlibat yang dari Polri, TNI, Satpol PP, juga empat orang dari Basarnas Palu kembali dalam tugas di kesatuan masing-masing pasca ditutupnya operasi pencarian Jalil.

Baca: Tim SAR Hentikan Misi Mencari Jalil, Adiansyah: Tetap Kami Pantau

Oleh Komandan Pos SAR Parigi Moutong, bagi Basarnas walau misi mencari warga bernama Jalil disudahi bukan berarti tim SAR menutup diri terkait peristiwa tersebut. “Statusnya tetap Dalam Pemantauan alias DP. Kapan pun masuk informasi tentang keberadaan Jalil, 1×24 jam kami siaga,” ucap Adiansyah, Komandan Pos SAR Parigi Moutong, sehari sebelum menutup aksi menelusuri Jalil.

Kakek Hilang di Bukit Poboya

Seorang kakek dikabarkan hilang oleh Basarnas Palu sejak masuk laporan pada Senin, 29 Juni.

Keterangan kronologis yang masuk ke Basarnas Palu, sebelum terlapor hilang kakek bernama Mansur pergi ke bukit di kawasan Poboya, Kota Palu, pada Ahad 28 Juni. Bersama anggota keluarganya, kakek Mansur ke bukit untuk kesibukan mengukur lahan.

Dalam tujuan pulang, Mansur yang umurnya sudah 60 tahun tiba-tiba meminta untuk turun dari atas motor. Inginya melanjutkan perjalanan kembali ke rumah sambil berjalan kaki.

Baca: Warga Poboya yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Merasa khawatir karena sudah beberapa jam tak kunjung muncul di rumah, ‘satuan’ keluarga bersepakat mendatangi wilayah dimana kakek Mansur mulai berjalan kaki. Tapi karena upaya pihak keluarga gagal menemukan, akhirnya pada Senin 29 Juni meminta tolong kepada tim SAR.

Setelah laporan masuk ke Basarnas Palu tentang orang hilang di bukit Poboya, tim berkostum jingga langsung mendatangi lokasi.

Aksi menjelajahi seputaran bukit Poboya oleh tim SAR dimulai dari jam 1 siang. Dan sekira jam 1 malam, muncul informasi keberadaan kakek Mansur. Warga setempat menemukannya di dekat bak PDAM. Kakek Mansur dijumpai dalam posisi tengkurap dan sudah meninggal dunia.

*

Catatan lima orang dinyatakan hilang sepanjang bulan Juni 2020, hanya beberapa peristiwa yang melibatkan tim dari Basarnas. Terdapat banyak kejadian lain yang juga dikategorikan mengancam keselamatan masyarakat, bahkan nyawa. Di antaranya, banjir di wilayah Kabupaten Sigi dan Banggai.

Tentang gerakan penyelamatan lain dari penyelamat berkostum warna wortel itu, juga terhadap KM Narita yang kandas. 14 orang dievakuasi dalam kejadian tanggal 17 Juni lalu.***

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *