Tersinggung Dengan Sikap Bupati, Ketua DPRD Parimo Tinggalkan Paripurna

  • Whatsapp
SAYUTIN BUDIANTO, Ketua DPRD yang juga dari Fraksi Nasdem saat hendak meninggalkan ruang paripurna membahas LKPj Bupati Parigi Moutong, Jumat 3 Juli 2020. | (Basrul / Berita Sulteng)

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Ruang paripurna di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Pada Jumat 3 Juli mendadak heboh. Ketika itu seluruh legislator asal Partai Nasdem kompak berdiri meninggalkan ruang rapat. Sikap bupati setempat tidak hadir dalam sidang jadi pemantik ketersinggungan sejumlah wakil rakyat dalam ruangan itu.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Ketua DPRD Sayutin Budianto sebagai pimpinan sidang dalam paripurna yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepala daerah tahun 2019, turut jadi bagian walk out. Sayutin menyerahkan kendali sidang kepada Wakil Ketua I Faisan Badja.

Berpihak dan atas nama partai jadi alasan Sayutin tidak mau bertahan dalam paripurna. “Saya ketua DPRD, saya Fraksi Nasdem, saya keluar, tapi saya tidak bicara sebagai ketua DPRD tapi di kapasitas berpihak kepada lembaga,” kata Sayutin yang ditemui wartawan saat sudah keluar dari ruang sidang.

Revy Tilaar, Asistem Perekonomian dan Pembangunan dalam kapasitas mewakili Pemkab Parimo ditolak mentah-mentah oleh Fraksi Nasdem.

Sebagai ketua DPRD Sayutin menyadari tanggung jawabnya terhadap lembaga. Dan Keputusan diambil Fraksi Nasdem memilih walk out karena merasa marwah DPRD terlecehkan dengan ulah Pemkab.

Sikap bupati yang hanya mengutus Asisten II waktu itu bahkan menyulut perwakilan Nasdem tidak ambil senang. Sayutin berpendapat, pihak eksekutif menganggap remeh wakil rakyat saat ini. Kesan ‘pandang enteng’ itu terlihat dari ulah bupati karena tidak mau hadir dalam paripurna LKPj-nya.

Aksi angkat kaki ‘berjamaah’ dari persidangan oleh Fraksi Nasdem membuat sidang diskors. Di Sela penundaan sementara memberi peluang bagi pihak eksekutif mendatangkan Wabup Parimo. Tapi, meski Wabup Badrun Nggai telah hadir, prinsip ‘tidak mau menjilat ludah’ berlaku bagi semua politisi Nasdem. Walau paripurna siap untuk dilanjutkan dengan kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Parimo, tidak merubah keputusan Fraksi Nasdem dari tindakan walk out. Mereka konsisten untuk tidak ikut lagi dalam paripurna tersebut.

Kepada pewarta, Sayutin menyebutkan bahwa apabila bupati berhalangan hadir, minimal mengutus wakilnya untuk menghadiri rapat LKPj.

Sayutin menginginkan, supaya pemerintahan berjalan baik, maka harus saling menghargai dalam tataran unsur penyelenggara pemerintah daerah, baik bupati maupun DPRD.

“Selama ini Partai Nasdem tidak pernah melakukan aksi meninggalkan paripurna. Namun penghargaan yang diberikan kepada lembaga DPRD tidak sepatutnya seperti ini, memaksa Nasdem ambil langkah tegas,” ucap Sayutin.

Sebelum Fraksi Nasdem meninggalkan ruang rapat, sejak awal sidang sudah banyak fraksi menyoal ketidakhadiran bupati ataupun Wabup. Sejumlah Fraksi yang melahirkan usulan menskorsing sidang serta mempertimbangkan kehadiran bupati, adalah Fraksi PDI Perjuangan, Toraranga, PKB, Hanura dan Fraksi Nasdem.

Pantauan Berita Sulteng, meski Fraksi Nasdem ngotot dan tak mau hadir lagi, pembahasan LKPj Bupati Parimo tetap lanjut lewat kendali Wakil Ketua I Faisan Badja.*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar