Tiga Instansi ini Disebut Bebal, Belum Masukan Rincian Dana Covid-19

SUTOYO, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Parigi Moutong. (Foto Istimewah)

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Ketua Pansus Covid-19 DPRD Parigi Moutong, Sutoyo mengungkap kekesalannya di hadapan wartawan pada Selasa, 7 Juli 2020. Legislator dua periode ini menyebut tiga instansi yang oknum orang-orangnya dianggap bebal.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Tiga instansi di Kabupaten Parimo yang dinilai ‘keras kepala’, adalah Dinas Sosial, RSUD Raja Tombolotutu dan RSUD Anuntaloko. Sutoyo bilang tiga instansi itu hingga saat ini belum memasukkan rincian penggunaan anggaran yang dimintakan DPRD melalui Pansus Covid-19.

Sutoyo merinci, RSUD Raja Tombolotutu mengelola dana penanggulangan Covid-19 lebih dari Rp714 juta. Dinas Sosial Rp639 juta lebih, dan RSUD Anuntaloko sebesar Rp360 juta lebih. Masing-masing kantor yang mendapat dana penanggulangan tersebut harusnya sudah menyetor rincian penggunaan anggarannya ke DPRD. “Tapi sampai saat ini permintaan Pansus belum tersahuti. Sepertinya begitulah watak birokrasi yang ada saat ini di Kabupaten Parimo,” ucap Sutoyo.

Ketika pandemi Covid-19, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, mendapat porsi anggaran sebesar Rp6,4 miliar. Dan saat ini dari jumlah tersebut, sebanyak Rp6,6 miliar yang sudah terserap dari kas daerah. Selain tiga instansi ‘keras kepala’, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parimo juga sebagai kantor pemerintah yang menerima ‘uang virus’ tahun ini. BPBD tercatat penerima terbesar yaitu Rp4,6 miliar lebih. Sedangkan untuk Dinas Lingkungan Hidup mengambil uang sebanyak Rp71 juta lebih untuk pembangunan instalasi pembuangan air limbah di gedung Diklat, Kota Parigi. Fasilitas Diklat itu digunakan sebagai gedung isolasi khusus pasien Covid-19.

Diuraikan Sutoyo, pada tahap pertama tertanggal 28 April 2020 telah dicairkan uang sebesar Rp2,5 miliar, diantaranya dipakai di lima posko dan gedung Diklat. Dari angka Rp2,5 miliar yang terealisasi lebih dari Rp1,6 miliar. Sisahnya sekitar Rp850 juta ada di tim gugus tugas kabupaten.

Masuk tahap dua, 26 Juni 2020, dicairkan kembali uang dengan nominal Rp2,1 miliar lebih untuk pembayaran seluruh tenaga medis. Menurutnya, terkait pencairan tahap dua belum terlalu terperinci dan masih sementara proses  sehingga belum bisa dimintai rinciannya.

Sehingga dibilang Sutoyo menyangkut realisasi yang ada saat ini, “Pansus masih pelajari. Karena belum yakin dengan apa yang ada dalam rincian yang sudah di masukkan,” ujar Sutoyo.*

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.