Wabup Parimo Tak Bisa Jawab Soal Aksi Bupati yang Mangkal di Pantai Mosing

  • Whatsapp
Fadli, anggota DPRD Parimo asal PKS mempertanyakan tentang bupati yang sudah lama stay di Pantai Mosing, bahkan berkantor di sana.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan status keberadaan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu yang sampai sekarang masih menetap di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, tepatnya di Pantai Mosing. Persoalannya aktivitas Bupati Samsurizal di lokasi ekowisata tersebut sudah dari tahun 2019.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Pertanyaan ini dilontarkan Fadli, anggota DPRD Parimo dalam sidang paripurna DPRD masa persidangan II 2020 tentang Raperda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2019, Kamis 9 Juli.

Hal yang dipersoalkan politisi PKS itu muncul ketika mencermati jawaban bupati atas pandangan umum fraksi yang dibacakan Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai dalam paripurna di gedung DPRD.

“Pertanyaan ini sebelumnya sudah ditanyakan banyak fraksi, tentang keberadaan Bupati Parimo di Pantai Mosing sebagai apa,” ucap Fadli.

Tanya itu disampaikan Fadli lantaran eksistensi Bupati Samsurizal di Mosing selain sudah lama, jaraknya pun terbilang jauh dari ibukota Kabupaten yang sebagai pusat perkantoran, dimana kantor bupati serta rumah jabatan berada. Kehadiran Bupati di Mosing juga dibilang Fadli sangat berpotensi terhadap kestabilan sistim koordinasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku pelaksana teknis.

Secara pemikiran wakil rakyat dua periode ini, aksi Bupati Samsurizal mangkal di pantai itu tentu menambah bengkak biaya bagi pihak SKPD ketika berkoordinasi atau menghadiri agenda rapat. Sebab jarak yang jauh, kata Fadli, pasti menambah ongkos transportasi.

Sangat mungkin menurut Fadli bahwa pembiayaan pasti jadi beban daerah lewat penggunaan anggaran para pimpinan SKPD, termasuk eselon IV, eselon III, bahkan staf.

Disampaikan Fadli, pertanyaan tersebut perlu mendapat jawaban sehingga spekulasi-spekulasi terkait keberadaan bahkan berkantornya Bupati Parimo di Mosing terklarifikasi serta mendapat kejelasan.

Menariknya, pertanyaan dari Fraksi PKS itu tidak bisa dijawab. Dengan polos Wabup Badrun berucap, “Untuk pertanyaan yang disampaikan oleh saudara Fadli, saya memohon maaf, saya belum bisa menjawab pertanyaan itu,” ucap Badrun.

Wabup dua periode itu justru menyebut bahwa jawaban tentang hal tersebut perlu dibicarakan khusus, supaya keharmonisan antara eksekutif dan legislatif terjaga.

Menyinggung persoalan Bupati Samsurizal yang stay terus di Mosing, Ketua DPRD, Sayutin Budianto menyebut kalau wakil rakyat serta masyarakat Parimo kini sedang memendam rindu terhadap bupati. Kata Sayutin, kerinduan itu sebenarnya dalam proses alur pemerintahan, jadi hubungan interen perlu dibangun ibarat membina bahtera rumah tangga.

Beberapa waktu belakangan, diungkap Sayutin, hanya Wabup Parimo yang intens membangun hubungan luar biasa dengan DPRD, sekaligus dalam upaya pelayanan di Kota Parigi. “Dalam kerangka membangun daerah, perlu harmonisasi antara pemerintah dan DPRD,” ungkapnya.

Terhadap saran menggelar pertemuan khusus usulan Wabup Badrun, direspon Sayutin. Dia bilang, upaya kongko-kongko bersama merupakan langkah strategis. “Bagaimanapun kita merupakan mitra kerja di pemerintahan,” ujar Sayutin.

Ditambahkan politisi Nasdem ini, kepala daerah merupakan sentral pembangunan, sehingga koordinasi sangat dibutuh.*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar