Sulteng Kaya Akan SDA, Tapi Tiada Faedah Terhadap Warga

Rombongan komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Barat saat bertandang di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, dalam tujuan kunjungan kerja.

Penulis: Arham Bustaman | Editor: Andi Sadam

PALU, Berita Sulteng – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin mengungkap tentang Sumber Daya Alam yang dimiliki Sulteng cukup kaya. Tapi, belum memberi faedah alias dampak signifikan terhadap warga.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Kekayaan potensi daerah namun nihil dampak terhadap ekonomi, itu diungkap Muharram Nurdin di hadapan rombongan Komisi III DPRD Sulawesi Barat, yang berkunjung ke DPRD Sulteng pada Jumat 10 Juli. Kedatangan wakil rakyat provinsi tetangga, dengan misi kunjungan kerja.

Hal yang bikin Muharram Nurdin membongkar ‘aib’ daerah, lantaran menjawab pertanyaan tentang pertambangan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng, yang dilontarkan rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Rayu.

Di Kunker itu, legislator Sulbar ingin DPRD Sulteng membagi pengalaman tentang Ranperda LKPJ Provinsi, penanganan sungai di dua wilayah, penanganan dampak bencana pasca gempa bumi 2018, menyangkut pertambangan—ESDM, dan beberapa hal lain.

Pertanyaan soal kajian dan strategis komprehensif terhadap persiapan Pemerintah Provinsi Sulteng untuk jadi daerah penyangga Ibukota Negara baru di Kalimantan Timur turut terlontar dari para wakil rakyat Provinsi Sulbar. Alasan mereka, pemerintah di Sulbar belum memiliki kajian terkait itu.

Anggota Komisi III DPRD Sulbar, Muhammad Yusri Nur mengajukan pertanyaan tentang progres penanganan bantuan rumah untuk warga terdampak gempa 28 September 2018 di wilayah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo).

Menurut Yusri, selain di seputaran Sulteng, gempa bumi disertai liquifaksi dan tsunami dua tahun lalu juga berdampak memporak-porandakan 300 lebih rumah penduduk di wilayah Pasangkayu, Sulbar.

Persoalan di Sulbar saat ini, ratusan rumah rusak itu belum tersentuh bantuan, meski sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. Dibilang Yusri, pihak pemerintah pusat terfokus pada titik atau pusat gempa bumi. Katanya, dari Sulbar sudah mengadu ke pusat, tapi alasan dari pihak pusat bahwa gempa terjadi di Palu. Belum ada respon terhadap daerah Padahal efek tanah goyang waktu itu sampai di Sulbar.

Dari aneka ragam jawaban atas pertanyaan Anggota Dewan Provinsi Sulbar, sahutan Muharram Nurdin tentang potensi SDA paling menyedot perhatian. Ketika itu Muharram Nurdin menyebut Sulteng cukup kaya akan SDA, tapi tidak ada dampak istimewah kepada warga.

“Makanya, kami meminta kepada staf ahli pertambangan untuk mengkaji lebih jauh. Meski sudah ada kebijakan bahwa daerah mendapatkan bagian 10 persen, tapi faktanya tidak signifikan,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Kemudian menyinggung bantuan perumahan pasca gempa, Muharram Nurdin sempat merunut berbagai masalah. Salah satu problem adalah ukuran hunian terbilang kecil sekali, bahkan tidak cocok dihuni bagi yang berkeluarga.

Kemudian, perkara ketersediaan lahan juga hal yang sulit terpecahkan. Meski pemerintah sudah menyiapkan dana untuk mendirikan bangunan namun kesulitan mendapat lokasi.

Perkara berikutnya urusan dilema. Dimana sebagian warga terdampak likuifaksi tidak mau direlokasi walau hunian telah tersedia. Bahkan ada warga yang memutuskan mau membangun kembali rumahnya di lokasi bekas bencana alam itu.*

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.