Pasca Banjir Sungai Boyantongo, Warga serta Tim Penolong Tetap Siaga

  • Whatsapp
Kondisi rumah akibat disapu banjir bandang pada Ahad, 12 Juli di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Banjir bandang terjadi di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Ahad 12 Juli 2020. Bencana alam yang memuncak di waktu memasuki sepertiga malam saat itu menghanyutkan 6 rumah warga. Tidak itu, 18 unit tempat tinggal yang ada di sekitar lokasi kini dalam posisi terancam, bila luapan air bah kembali terjadi.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Belum 24 jam pasca amukan banjir di kuala Boyantongo, hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut, bahkan hujan pada Minggu malam itu hampir merata di beberapa wilayah di Kabupaten Parimo. Selain Kecamatan Parigi Selatan, hujan juga menyiram wilaha Kecamatan Parigi, Parigi Barat, Parigi Utara, Siniu Hingga Kecamatan Ampibabo. Hingga hampir jam 12 malam, hujan sedang masih mengguyur sejumlah titik wilayah tersebut. Kondisi saat itu menambah rasa was-was yang melahirkan pemikiran jangan-jangan akan banjir lagi.

Kondisi rumah akibat disapu banjir bandang pada Ahad, 12 Juli di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Di sekitar lokasi banjir, banyak warga sudah melakukan upaya evakuasi mandiri ke area dianggap aman. Selain mengungsi, sikap siaga penduduk sekitar dalam tindakan antisipatif terhadap keselamatan jiwa, mendapat pengawalan serta  bantuan banyak pihak, termasuk utusan tim SAR, BPBD, Kepolisian, TNI serta relawan dari lembaga-lembaga peduli sosial dan pecinta alam.

Data dari Kepala Desa Boyantongo, Usman Kapimpi, jumlah Kepala Keluarga yang dikategorikan terdampak sudah puluhan KK, termasuk tujuh KK kehilangan tempat tinggal pasca hanyutnya enam rumah.

Kondisi rumah yang terancam akibat hantaman banjir bandang pada Ahad, 12 Juli di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Diketahui, sebelum meluap, sungai tersebut sudah terpantau banjir sekitar jam 9 malam, Sabtu 11 Juli. Luapan air bah yang kemudian merusak pemukiman sejumlah warga Dusun I bagian pesisir pantai, Desa Boyantongo terjadi dinihari, Ahad 12 Juli. Sebelumnya hujan deras intens mengguyur dalam durasi kurang lebih 7 jam.

“Ada 20 rumah yang terdampak, 7 rumah hanyut sama sekali tidak ada yang bisa diselamatkan. Untuk rumah rusak parah, ada yang hilang dapurnya lantaran terbawa arus,” ungkap Usman.

Kondisi rumah akibat disapu banjir bandang pada Ahad, 12 Juli di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya rumah, air besar yang mengirim material lumpur hingga batang pohon itu juga merusak beberapa buah perahu nelayan.

Terhadap fasilitas desa yang rusak, menurut Kades Usman 2 unit MCK umum, tower penampung air bersih, serta tower WiFi setinggi 38 meter.

Dalam tindakan penanganan, Usman bilang sudah mendapat respon pemerintah kabupaten, lewat BPBD.

Terkait it, BPBD Parimo, turut TRC BPBD Provinsi Sulteng sudah mendirikan tenda pengungsi hingga menyediakan kebutuhan logistik.

Hari Minggu sore kemarin, excavator sudah terlihat stay di sungai yang kondisi airnya telah surut, walau kelihatan masih keruh. Alat berat tersebut nanti dipakai mengeruk daerah aliran sungai yang tertimbun material bawaan banjir.

Tindakan harus cepat-cepat menyingkirkan lumpur dan kayu dari jalan air dinilai perlu, mengingat permukaan sungai makin dangkal. Bila tidak segera dikeruk, air akan terus mengikis tepi sungai yang dampaknya merembet ke pemukiman penduduk.

Dalam riwayat, Bulan Agustus 2012 lalu banjir bandang melanda Desa Boyantongo dan Desa Dolago. Amukan air waktu itu merobohkan jembatan yang dampaknya memutus total akses jalur Trans Sulawesi. Tempo itu, jalur tersebut sebagai satu-satunya jalan yang menghubungkan wilayah timur Provinsi Sulteng dengan Kota Palu, serta Provinsi Gorontalo dan Menado.

Puluhan rumah di dua desa tersebut lululanta disapu banjir. Beruntung sebagian warga bisa menyelamatkan harta bendanya. Hal pilu, ada penduduk yang hanya berhasil menyelamatkan barang-barang sebisanya.*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *