Aksi Sosial Seorang Lelo, Antar Selimut untuk Korban Banjir Boyantongo

Kondisi rumah warga di sekitar muara sungai Desa Boyantongo, pasca banjir bandang 12 Juli 2020.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Lelo, begitu ia sering disapa, walau dalam Kartu Tanda Penduduk namanya Faisan. Hari Senin 13 Juli kemarin pria tersebut berkunjung ke lokasi bencana alam di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Lelo ke sana membawa puluhan paket yang isinya macam-macam.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Laki-laki kelahiran 28 September 1974 ini mengantar bungkusan yang disertai selimut. Tidak sendirian, ia datang bersama anggota keluarga dan beberapa orang yang sering tampil di kesehariannya.

Di pemukiman dekat badan sungai yang meluap pada 12 Juli, Lelo menyerahkan kemasan dari tas kresek warna merah ke pihak pengatur bantuan melibatkan Kepala Desa Boyantongo.

Pria pilihan rakyat yang kini duduk sebagai Wakil Ketua I DPRD Parimo itu menyebutkan kalau tujuannya ke Boyantongo di waktu jelang sore kemarin, tidak hanya semata-mata mengantarkan bantuannya teruntuk korban banjir bandang, tapi juga ingin menyaksikan keadaan warga dan kondisi lingkungan serta sungai pasca peristiwa menghanyutkan 6 unit rumah penduduk.

“Tentang bantuan yang diantar itu mungkin tidak seberapa, bahkan jauh dari cukup untuk pemenuhan kebutuhan keluarga kita yang tertimpa bencana alam di Boyantongo. Setidaknya, sesuai niat dan harapan saya kalau bantuan itu bisa membantu meringankan keluarga kita dalam memenuhi kebutuhan makan dan alat keperluan tidur,” ucap politisi Partai Gerindra itu saat dihubungi Berita Sulteng lewat sambungan telepon, kemarin sore.

Penyerahan paket bantuan makanan serta selimut tidur untuk korban Banjir bandang Desa Boyantongo, oleh Lelo, Wakil Ketua I DPRD Parigi Moutong.

Menyangkut kuala Boyantongo, Lelo bilang masih berpotensi terjadi pengikisan, bahkan membahayakan banyak rumah-rumah warga sekitar, kalau banjir lagi. Katanya, yang perlu dilakukan saat ini adalah tindakan, termasuk membangun dinding sebagai pelindung di tepi sungai.

Sibagai hasil koordinasinya, hari ini—Selasa 14 Juli, di Boyantongo akan kedatangan pihak Satuan Kerja Balai Sungai. “Mereka nanti memantau langsung kondisi lapangan. Sebab usulan kita dari Kabupaten Parimo meminta pembangunan fasilitas berupa benteng, dengan harapan, seandainya terjadi banjir air tidak lagi menerobos pemukiman penduduk,” ujar pria yang dikenal dengan aksi-aksi sosialnya ini.

Diketahui bahwa pada Ahad, 12 Juli 2020 terjadi banjir bandang akibat meluapnya sungai di Desa Boyantongo. Selain menyapu bersih enam rumah warga, air bah itu juga memicu kerusakan parah terhadap belasan unit rumah. Puluhan jiwa penduduk setempat kini sedang mengungsi, selain karena kehilangan rumah, tindakan evakuasi diri secara mandiri dilakukan warga supaya terhindar dari ancaman banjir yang kini masih berpotensi lantaran hujan masih sering mengguyur.*

Baca: Pasca Banjir Sungai Boyantongo, Warga serta Tim Penolong Tetap Siaga

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.