Tiga Kecamatan di Parigi Moutong Dilanda Banjir, Ratusan Orang Mengungsi

  • Whatsapp
Salah satu jembatan ambruk di wilayah Parigi Moutong akibat hantaman banjir pada Selasa 14 Juli 2020.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, diguyur hujan sejak Senin malam hingga Selasa pagi, 13-14 Juli 2020. Hujan dalam durasi panjang tadi malam itu mengakibatkan banjir. Tiga kecamatan dikabarkan terdampak.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Data diperoleh Berita Sulteng hingga Selasa petang, 14 Juli, 18:00 Wita, belasan desa terdampak, ratusan orang mengungsi, dari sekitar seribu jiwa yang dikabarkan terdampak.

Desa-desa di Kecamatan Parigi yang terdapat warganya mengungsi akibat banjir adalah Desa Bambalemo dan Olaya. Puluhan jiwa pengungsi di dua desa tersebut. Bambalemo misalnya, 20 lebih Kepala Keluarga (KK) terpaksa meninggalkan rumah mereka lantaran sudah terendam luapan sungai. Selain merusak sejumlah rumah penduduk, banjir juga mengakibatkan tiga jembatan di Jalan Lingkar jalur II Desa Olaya rusak parah, bahkan tak bisa dilalui.

Dua jembatan (jembatan kembar) di Jalan Lingkar Jalur II Desa Olaya putus gara-gara banjir pada Selasa 14 Juli 2020.

Di Kecamatan Parigi Selatan, warga mengevakuasi diri yaitu di Desa Boyantongo, Dolago, Lemusa, Olobaru dan Tindaki. Di Desa Boyantongo, selain menambah jumlah warga mengungsi, terkonfirmasi lima rumah lagi terseret air, dari sebelumnya masih enam rumah hanyut disapu air bah yang terjadi pada Ahad 12 Juli lalu.  

Baca: Pasca Banjir Sungai Boyantongo, Warga serta Tim Penolong Tetap Siaga

Masih di Kecamatan Parigi Selatan, Desa Lemusa, lebih dari 20 KK mengungsi, sekitar dua rumah rusak berat dan enam rumah rusak ringan. Sementara Desa Olobaru, berdasarkan informasi diterima Redaksi Berita Sulteng, 32 KK  mengungsi dari hampir 100 KK yang terdampak. Di Desa Tindaki dikabarkan sekitar 160 lebih rumah terendam, 8 rumah rusak berat, 2 rusak ringan.

Untuk wilayah Parigi Barat, desa-desa yang mendapat imbas dari banjir adalah Desa Baliara, Kayuboko, dan Air Panas. Dampak juga dirasakan di Desa Parigimpu’u, dimana jembatan penghubung Baliara dan Parigimpu’u patah. Sementara jembatan itu merupakan akses utama penghubung dua desa. Di Desa Air Panas, sekitar jam 11:00 siang terkonfirmasi sekitar 10 KK mengevakuasi diri sejak dinihari, satu jembatan di Desa Air Panas ambruk.

Dari data diperoleh Berita Sulteng, selain 10 lebih desa terdampak, beberapa kelurahan di Kecamatan Parigi terendam banjir. Genangan air di beberapa titik di Kota Parigi akibat curah hujan serta sistem drainase yang diduga tidak maksimal.

Khusus wilayah bagian utara Kabupaten Parimo, belum terkabar dampak signifikan. Sejumlah sungai hanya mengalami peningkatan volume air.

Hingga catatan ini dipublis, Berita Sulteng belum mendapat klarifikasi angka riil penduduk terdampak atau pun daftar kerusakan infrastruktur dari BPBD setempat. Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Kabupaten Parimo Tri Nugraha Adiartha yang dihubungi via WhatsApp, menyebut kalau BPBD masih sementara merekap data.*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar