FPI Turun Tangan Bantu Bersih-Bersih Rumah Korban Banjir di Parigi Moutong

  • Whatsapp
Aktivitas FPI membantu membersihkan pemukiman penduduk di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng –  Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Tengah, Kamis 16 Juli turun lapangan membantu warga membersihkan rumah dari kotoran akibat banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Salah satu desa  yang terpantau anggota FPI turun tangan membersihkan pemukiman penduduk di Desa Olaya, Kecamatan Parigi. Desa tersebut merupakan satu dari sekian banyak desa yang dihantam banjir bandang pada Selasa 14 Juli 2020.

Ketua DPD FPI Sulteng Ustad Sugianto Kaimudin menyatakan kalau aksi tersebut merupakan gerakan sosial dan dilakukan bagi yang butuh. Tindakan itu juga sebagai bagian dari kewajiban FPI.

Dalam kondisi saat kata Ustad Sugianto, prioritas adalah membantu pembersihan rumah serta pekarangan. Untuk urusan logistiki, menurutnya akan dipikirkan setelahnya.

Aktivitas tersebut ternyata sudah dua hari dilakukan di Desa Olaya. “Soal berapa lama berada di sini, tergantung dari situasi dan kebutuhan warga. Kalau masyarakat masih butuh bantuan, kami akan tetap membantu,” ujarnya saat diwawancara di sela sibuk membersihkan salah satu rumah warga di Desa Olaya.

Ustad Sugianto bilang, yang terlibat di aksi sosial itu perwakilan FPI Poso dan anggota dari Markas Daerah Palu. Dia berharap, musibah yang terjadi akan memberi hikmah, sebab itu bagian dari ujian Allah SWT. “Mudah-mudahan masyarakat bersabar dan musibah ini cepat selesai,” ucapnya.

Diketahui, Desa Olaya dihantam banjir pada Selasa 14 Juli. Selain merendam pemukiman serta merusak rumah penduduk, banjir itu juga merusak tiga unit jembatan penyeberangan di desa itu. Baca: Tiga Kecamatan di Parigi Moutong Dilanda Banjir, Ratusan Orang Mengungsi.*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *