Bupati yang Dituntut, Kabag Humas yang Menyahut

Syamsu Nadjamuddin, Kabag Humas Setda Parigi Moutong

Penulis: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Jam 10 lewat pada Rabu malam, tanggal 22 Juli 2020, siaran pers dari Syamsu Nadjamuddin, Kabag Humas Sekretariat Daerah Parigi Moutong (Parimo), diposting di akun facebook pemerintah setempat (Pemda Parigi Moutong). Rilis yang diberi hastag #Syamsu_Nadjamuddin ini bersifat mengklarifikasi isu yang menurut anggapannya bahwa kritik yang diarahkan ke Bupati Parimo dianggap berpotensi menyesatkan orang banyak.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Aksi cepat tanggap dalam menepis isu ala Kabag Humas ini bahkan menyebut angka 447 ribu penduduk kabupaten. Supaya tidak menyesatkan sehingga diterbitkan pengumuman tertanggal 22 Juli 2020.

Warta dari Bagian Humas Setda Parimo dalam menyahuti kritikan tertuang dalam enam poin yang rata-rata meng-counter desas-desus, termasuk isu yang jadi aspirasi massa aksi di Parigi, baru-baru ini.

Berikut copy-an rilis karangan Kabag Humas yang diambil dari akun facebook Pemda Parigi Moutong:

Bismillahirrahmanirrahim.

#TABE

#Keterangan #Pers

Kepala Bagian Humas Setda Parigi Moutong.
Menyikapi Aksi unjuk rasa yang dilaksanan sekolompok masa menamakan diri Ampibi di Gedung DPRD (Rabu, 22/07).

Selaku Kabag Humas penting meluruskan beberapa issu agar tidak menyesatkan masyarakat Parigi Moutong yang jumlah penduduknya kurang lebih 447 ribu.

  1. Bahwa Bupati Parigi Moutong (Samsurizal Tombolotutu) tidak pernah meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala daerah.
  2. Terkait Bupati banyak berakifitas di wilayah Utara Tepatnya di Pantai Mosing Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan, hal ini terilhami karena di wilyah ini terdapat karunia Allah yang tidak bisa di rekayasa dan di ubah manusia yaitu garis katulistiwa yang menjadi maknet destinasi pariwisata dan icon Kabupaten Parigi Moutong.
  3. Saya pastikan bahwa urusan pemerintahan, pembangunan, siklus perencanaan, pengawasan, pola kemitraan dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan, pelayanan dasar dan urusan kemasyarakatan, koordinasi antar lembaga dan vertikal berjalan lancar tidak ada yang terbengkalai bahkan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut 2018, 2019 sebelumnya WDP.
  4. Saat Daerah ini mengalami musibah banjir sepekan lalu di beberapa titik antara lain Boyantongo olobaru, olaya dan tindaki bupati memerintahkan seluruh jajarannya untuk sigap, lembur dan mengambil langkah2 yang diperlukan untuk evakuasi dan penyelamatan warga terdampak banjir serta menghadirkan Tim Balai sungai untuk meninjau infrastruktur yang rusak.
  5. Bila masih terdapat harapan masyarakat yang belum terpenuhi secara keseluruhan dapat dipahami dan tentu semua janji dan program akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas.
  6. Kepada masyarakat kabupaten Parigi Moutong, di himbau untuk berhati-hati dan selektif menerima informasi dan berita secara sepihak agar tidak melahirkan kesalahpahaman.
    Demikian keterangan ini, semoga Allah SWT selalu melindungi kita semu.

Parigi, 22 Juli 2020

#KABAG_HUMAS

#SYAMSU_NADJAMUDDIN

Bukan Aksi ‘Hero’ Pertama
Sikap responsif menjawab rumor yang mengait-ngaitkan nama Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu bukan baru kali ini dilakukan Syamsu Nadjamuddin selama menduduki jabatan Kabag Humas sejak dilantik pada awal 2016 lalu.

Kelakuan Syamsu Nadjamuddin soal jawab-menjawab isu, secara khusus yang menyeret-nyeret nama besar ‘bossnya’, bukan merupakan kebiasaan ‘latah’ tapi memang sudah jadi bagian dalam tugasnya di posisi jabatan saat ini.

Salah satu aksi ‘hero’ Syamsu Nadjamuddin tercatat pada Desember 2018. Waktu itu dia menanggapi isu politik yang menyebut nama Samsurizal Tombolotutu sebagai bakal Calon Wakil Gubernur Sulteng, mengganti posisi almarhum Sudarto. Bahkan di tempo itu beberapa media melansir isu politik tersebut.

Sebagai pejabat public relations, dan tidak mau muncul opini lain di masyarakat, Syamsu Nadjamuddin tiba-tiba memposting klarifikasi yang disebutnya sebagai pernyataan resmi dari kapasitas Kabag Humas. Di beranda akun facebooknya, tegas sekali pria asal Kabupaten Tolitoli itu menyebut kalau Samsurizal Tombolotutu sedang fokus sebagai bupati.

‘Jurus’ menepis serangan terhadap Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu juga ‘dimainkan’ Syamsu Nadjamuddin dalam menanggapi kritikan tentang Samsurizal yang selalu berhalangan menghadiri paripurna di DPRD.

Kata-kata Syamsu Nadjamuddin waktu itu, tidak ada niat sedikit pun dari Pemkab Parimo, dalam hal ini bupati untuk mengabaikan setiap undangan rapat di DPRD. Hanya saja, karena undangan rapat tersebut bertepatan dengan agenda bupati yang tidak kalah pentingnya dengan agenda di DPRD, sehingga bupati mengutus pejabat lain untuk mewakili di DPRD.

Upaya menangkal pendapat miring oleh Syamsu Nadjamuddin ini tercatat pada tahun 2016—belum lama dia menduduki jabatan Kabag Humas.

Riak yang bikin Kabag Humas Setda Parimo angkat bicara waktu itu gara rapat paripurna DPRD dengan agenda mendengarkan hasil reses anggota DPRD ditunda karena minimnya kehadiran pimpinan SKPD. Rapat paripurna baru dilakukan setelah ada kesepakatan jadwal antara anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD dan perwakilan Pemda. Dijadwalkan rapat paripurna mendengarkan hasil reses DPRD itu dilaksanakan pada Rabu 25 Mei dengan catatan menghadirkan seluruh pimpinan SKPD.*

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.

1 Komentar