Banjir Sulawesi Utara: Jembatan Desa Bakida Ambruk, Kadesnya Terkabar Hanyut

  • Whatsapp
Jembatan Desa Bakida, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel yang ambruk akibat banjir pada Jumat 24 Juli 2020. (foto istimewah)

Editor: Andi Sadam

BOLSEL, Berita Sulteng – Ratusan rumah terendam di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat 24 Juli 2020. Dikutip dari Kroniktotabuan.com, bencana banjir yang menimpa kabupaten tersebut disebabkan hujan dalam intensitas lebat.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Artikel terbitan Kroniktotabuan.com: KLIK SINI

Selain merendam pemukiman, sekitar jam 8 lewat pagi tadi jembatan di Desa Bakida ambruk, bahkan tidak bisa dilalui kendaraan apapun. Jembatan kerangka baja yang putus itu merupakan akses penghubung menuju Provinsi Gorontalo.

Bukan hanya merusak fasilitas infrastruktur, peristiwa ini juga dikabarkan menimpa Sangadi (Kepala Desa) Bakida—Sangadi sebagai sebutan untuk Kades di daerah tersebut. Kades bernama Reslan Ibrahim itu terkabar hanyut ketika memantau kondisi air sesaat sebelum jembatan roboh.

Diambil dari artikel terbitan bfox.co.id, Reslan yang didampingi aparat desa dan masyarakat, pagi tadi sekira pukul 06.00 Wita memantau kondisi desa, terutama sungai Bakida yang sering meluap kalau hujan deras.

“Saat berada di area sekitar sungai, sekitar pukul 07.30 Wita, Pak Sangadi yang tepat berada di pinggir sungai terpeleset dan terbawa arus,” kata Camat Helumo Noldy Tangahu, sebagaimana dilansir Bfox.co.id.

Camat bilang, proses mencari Sangadi terus dilakukan warga. Bahkan radius pencarian sudah meluas hingga wilayah laut. Jarak dari titik terpelesetnya Sangadi hanya sekira 200 meter dari laut.

BPBD Kabupaten Bolsel terkendala dalam upaya membantu mencari Sangadi. “Armada kami tidak bisa lewat karena ada beberapa desa yang jalannya tertutup air dan ada beberapa titik longsor,” kata Daanan, kepala BPBD Bolsel. Alasan tersebut jadi aral sehingga sulit menembus Desa Bakida.

Namun sebagai upaya solusi, Daanan mengaku sudah menghubungi Basarnas dan juga BPBD Bolmong. “Tim Basarnas juga tidak bisa melewati jalur Doloduo-Molibagu, karenq ada longsor di sekitar wilayah Matayangan, jadi mereka harus lewat jalur Tonsile. Kami juga sudah menghubungi BPBD Bolmong karena peralatan mereka sudah lengkap. Nanti kita akan lihat perkembangan, jika jalur darat belum bisa dilalui, kemungkinan tim Basarnas akan lewat laut ke Bakida,” tutup Mokodompit, sebagaimana dilansir Bfox.co.id. (link artikel asli KLIK SINI)*

Pos terkait

banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *