Lebih dari 300 Status Janda Segera Hadir di Parigi Moutong, Duda Juga

TADARIN, Panitera Pengadilan Agama Parigi, Parigi Moutong

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Belum tembus 7 bulan perjalanan tahun 2020, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah sudah terancam memunculkan status janda dengan prediksi jumlah lebih dari 300 wanita. Pun terhadap pria calon duda, jumlahnya juga demikian.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Proyeksi kemunculan penduduk berstatus janda dan duda di Kabupaten yang dinahkodai Samsurizal Tombolotutu sebagai bupati, diambil dari 417 perdata gugatan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Parigi, kurun waktu 6 bulan lebih.

Data dari Panitera PA Parigi, Tadarin, dari 417 kasus yang diterima, tinggal 67 perkara sedang dalam proses daftar. Selebihnya sebanyak 350 cerai gugat dan cerai talak sudah terdaftar.

Melihat angka kasus yang sudah di posisi 417, memberi isyarat kalau jumlah rumah tangga retak di tahun 2020 ini meningkat dari tahun lalu. Dimana pada 2019, durasi delapan bulan—Januari-Agustus, PA Parigi mencatat 530 lebih perkara. Sementara jumlah 417 berkas diterima PA untuk tahun 2020 masih dalam hitungan enam bulan lebih.

Tadarin yang ditemui Berita Sulteng pada Kamis, 23 Juli, menyebut kalau perkara minta pisah secara resmi itu sebagian banyak dari istri, atau dalam istilah disebut cerai gugat. Sedangkan cerai talak alias usulan suami jauh lebih sedikit.

Besar kemungkinan bahwa lebih dari 300 Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Kabupaten Parimo segera menyandang status janda serta duda, kalau 350 kasus terdaftar semua diputus cerai lewat PA Kelas II yang terletak di jalan Sungai Pakabata, Bambalemo, Kecamatan Parigi.

Diungkapkan Tadarin, dari kebanyakan yang minta cerai, penyebab utama adalah media sosial (medsos), disusul Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perjudian, minuman keras, serta istri yang menyeleweng.

Dalam upaya mencegah perceraian, dibilang Tadarin, pihak PA Parigi selalu berusaha mengurungkan niat cerai para Pasutri. Tapi, sayangnya tak jarang usaha itu kandas, yang kemudian memicu kehadiran status janda, turut pula duda.

“Kami di PA ini juga melakukan mediasi supaya tidak terjadi perceraian. Bahkan tindakan menyarankan pasangan suami istri untuk tidak cerai, dari PA itu diatur berdasarkan Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2016,” ungkap Tadarin.

Menyikapi peningkatan jumlah pasangan berpisah yang meningkat sejak tahun 2017, Tadarin hanya bisa menitip harapan yang dikemasnya sebagai pesan untuk masyarakat.

TahunAngka KasusSumber
2016370(arsip berita/penulis)
2017600 +(arsip berita/penulis)
2018730 +(arsip berita/penulis)
2019400 +(SIPP web PA Parigi)
2020 Jan s/d Jul350 +(Panitera PA Parigi)
focus highlight

“Kepada kepala keluarga, juga istri-istri agar tidak menjadikan perceraian sebagai pilihan dalam persoalan rumah tangga. Selalu berfikir panjang, dan jangan gegabah untuk sebuah keputusan. Sebab masalah cerai bukan persoalan sepele. Upaya rembuk atau mediasi di tingkat keluarga, bisa libatkan aparat desa atau kelurahan demi mencapai solusi mempertahankan rumah tangga,” pesan panitera pemilik gelar sarjana hukum.

Nampak Sekali Peningkatan pada Tahun 2017

Pada tahun 2017, jumlah kasus rumah tangga retak sudah nampak sekali lonjakannya. Durasi 4 bulan lebih—Januari hingga awal Mei PA Parigi telah menangani 160 berkas perceraian.

Padahal, tahun 2016 PA Parigi masih menemukan 370 kasus. Hanya kurun waktu 4 bulan lebih pada 2017, hampir menembus separuh dari total perkara cerai selama 2016.

Urusan cerai pada 2017 itu klasifikasi perkaranya hampir semua cerai gugat—usulan istri. Sedangkan cerai talak—usulan suami sedikit sekali. Artinya, sejarah perjalanan terkait masalah ‘putus cinta’ dalam rumah tangga selalu didominasi kemauan istri.

Arsip data tentang kasus rumah tangga ‘tidak harmonis’ di Parimo yang masuk di PA Parigi, pada 2017 tercatat 600 lebih perkara cerai. 2018, lebih dari 730 kasus.*

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.