35 Ribu DP4 Baru, KPU Sulteng: Soal DPT Bisa Bertambah Bisa Kurang

Dua anggota KPU Parimo Dirwan Korompot (kanan/berdiri), dan Abdul Gafur (kiri/menggantung masker di dagu), bersama komisioner KPU Sulteng Sahran Raden (tengah/bermasker), saat sosialisasi di wilayah Parigi, Jumat 24 Juli 2020.

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Lebih dari 35 ribu total Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang sudah dipegang KPU Sulteng saat ini. Angka tersebut jelas menambah jumlah partisipan pemilih kalau kemudian dimutakhirkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2020.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Akumulasi DP4 tersebut diungkap anggota KPU Sulteng Sahran Raden, saat datang di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jumat, 24 Juli 2020. Dari 35 ribu lebih DP4, sebanyak 24.675 DP4 Kabupaten Parimo, dan 11.203 DP4 Provinsi Sulteng.

Seperti biasanya, tiap tahap Pemilu KPU meng-update data—warga wajib pilih yang belum terdata, bahkan memverifikasi kembali data lama yang tercatat sebagai DPT sebelumnya. Hasil pendataan penduduk wajib pilih yang belum terdata (DP4), akan dijumlahkan dengan dokumen DPT tahun sebelum, hasilnya disebut sebagai DP4.

DPT Kabupaten Parimo yang pada tahun 2019 sejumlah 303.941 ditambahkan dengan 24.675 DP4 baru, hasilnya 328.616 DP4. Dan DPT Provinsi Sulteng tahun 2019 sebanyak 2.129.657 ditambah 11.203 DP4 baru sehingga totalnya 2.142.860 DP4.

“Jumlah DP4 Kabupaten Parimo saat ini 328.616 DP4. Provinsi Sulteng sebanyak 2.142.860 DP4. Data itu kemudian dimutakhirkan, hasilnya akan ditetapkan sebagai DPT tahun 2020,” ujar Sahran Raden saat diwawancara Berita Sulteng di Parigi.

Data yang akan dimutakhirkan ini menurut Sahran Raden, belum menjadi jaminan akan terjadi penambahan DPT, sebab nama-nama dalam dokumen harus di-Coklit (pencocokan dan penelitian).

“Untuk jumlah DPT Kabupaten Parimo dan Provinsi Sulteng bisa saja bertambah bisa saja berkurang, sesuai hasil pemutakhiran DP4 nanti,” ucap ‘bekas’ ketua KPU Sulteng periode 2013-2018.

Peningkatan DP4 di Parimo untuk persiapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng juga diungkap komisioner KPU Kabupaten Parimo Divisi Teknis Penyelenggara, Dirwan Korompot. Penambahan DP4 yang berpotensi menambah data DPT Parimo itu disampaikan Dirwan dalam sosialisasi pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, digelar di Parigi, Jumat, 24 Juli 2020.

Diketahui, tahapan pelaksanaan Pilkada Sulteng tahun ini sempat ditunda gara-gara pandemi Covid-19. KPU saat ini bekerja melanjutkan tahap tertunda. Kini, tertanggal 15 Juli hingga 13 Agustus adalah fase pemutakhiran data pemilih alias Coklit.

Lebih dari 105 Juta Jiwa DP4 Diserahkan Kemendagri ke KPU

Hari Kamis 23 Januari 2020, Kementerian Dalam Negeri menyerahkan DP4 ke KPU untuk Pilkada serentak tahun ini. DP4 yang diserahkan Kemendagri jadi acuan KPU untuk menyusun DPT. Dikutip dari Okezone.com link artikel asli: KLIK SINI.

Penyerahan DP4 itu dilakukan Mendagri Tito Karnavian kepada Ketua KPU RI Arief Budiman. Hadir juga Ketua Bawaslu Abhan, dan pimpinan Komisi II DPR RI Arif Wibowo, beserta peserta pemilu.

Tito mengatakan, salah satu tugas Kemendagri adalah mengidentifikasi pemilih potensial yang datanya akan digunakan KPU untuk menyusun DPT. Kementerian sudah menyerahkan data 105.396.460 jiwa, dengan jumlah laki-laki 52.778.939 jiwa dan perempuan 52.617.521 jiwa.

Lebih dari 105 juta DP4 itu tersebar di 270 daerah yang bakal melaksanakan Pilkada serentak 2020. Dokumen ini juga didasarkan pada database elektronik yang dimiliki Kemendagri.

“Ini didasarkan pada database yang berbasis elektronik di Kemendagri. Data ini (juga) berasal dari bottom up dari daerah masing-masing yang direkonsiliasi dengan database yang ada pada Kemendagri,” kata Tito di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, penyerahan DP4 dari Kemendagri ke KPU merupakan tahapan penting dalam proses penyelenggaraan Pemilu. Nantinya, Arief bilang, data yang sudah diserahkan akan disinkronisasi untuk kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS). Setelah itu, KPU akan kembali melakukan pemutakhiran data di lapangan hingga akhirnya ditetapkan menjadi DPT.

“KPU menyelesaikan tahapan yaitu penyerahan DP4 dari Kemendagri kepada KPU untuk kemudian dilakukan sinkronisasi dan setelah itu ditetapkan jadi DPS dan kita lakukan pemutakhiran di lapangan, sampai kemudian di bagian akhir ditetapkan menjadi DPT,” ujar Arief.

Arief menjelaskan, DPT yang sudah disahkan akan menjadi dasar penentuan jumlah tempat pemungutan suara (TPS), dan penentuan jumlah logistik. Daftar nama yang sudah sah itu kemudian didistribusikan ke seluruh TPS.

“Data pemilih ini menjadi urusan penting KPU dalam proses penyelenggaraan,” ucapnya.*

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) DISTRO? atau TOPI HIP HOP? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 30 September 2020.