Empat Desa di Palasa Parigi Moutong Masih Jadi Lokus Stunting

  • Whatsapp
BAHARUDDIN, Camat Palasa

PARIMO, Berita Sulteng – Empat desa di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini jadi lokus stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Desa Bambasiang, Ulatan, Dongkalan, dan Desa Pebounang. Empat desa itu tahun ini masih jadi fokus penanganan stunting di wilayah Palasa,” ungkap Camat Palasa, Baharuddin kepada Berita Sulteng, Senin, 10 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Dibilang Baharuddin, dengan sebaran empat desa yang jadi lokus stunting di Kecamatan Palasa, pihaknya menginstruksikan Pemerintah Desa supaya memperhatikan program pencegahan stunting dengan cara bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Parimo khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo.

“Karena kita sudah satu tahun menjadi lokus stunting—sejak 2019, sehingga program stunting telah diserahkan ke Pemdes masing-masing lokus,” ujar Baharuddin.

Strategi penanganan tahun ini, kata Baharuddin, program stunting sudah harus disatukan di program masing-masing Pemdes, khususnya desa yang jadi lokus. “Jadi, hal itu sudah jadi fokus Pemdes, tidak lagi hanya kebijakan Pemkab,”jelasnya.

Program penanganan stunting yang perlu ditingkatkan menurut Baharuddin, yakni program perbaikan gizi keluarga, serta kesehatan bayi dan ibu hamil.

“Saya berharap Pemdes dapat memperhatikan perbaikan gizi keluarga sehingga kelahiran bayi dengan tinggi yang tidak normal dapat dicegah,” harapnya.

Terkait pembiayaan program stunting, Baharuddin menjelaskan pada tahun anggaran 2021, bagi desa lokus diharuskan menganggarkan dalam RKPDes.

“Untuk tahun ini karena anggaran desa banyak difokuskan pada Pandemi Covid-19, maka anggaran stunting masih diberikan dari kabupaten. Namun tahun depan Pemdes sudah harus memasukkan di RKPDes penanganan stunting,” jelasnya.

Pos terkait

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.