Puluhan KK Tersekat Longsor di Parigi Moutong, Ekonomi Pekebun Terancam

  • Whatsapp
Lumpur menimbun badan jalan yang berdampak memutus akses kantong produksi Desa Dongkas, Parigi Moutong, Sulteng.
Lumpur menimbun badan jalan yang berdampak memutus akses kantong produksi Desa Dongkas, Parigi Moutong, Sulteng.

PARIMO, Berita Sulteng – Pemerintah Desa Dongkas, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melaporkan peristiwa tanah longsor yang mengakibatkan 42 Kepala Keluarga terisolasi. Selain bikin puluhan KK tersekat, material tanah runtuh itu juga berdampak pada distribusi hasil perkebunan dari desa tersebut.

Pada Jumat, 14 Agustus 2020, Sekretaris Desa Dongkas, Sunandar Latjongka, mengungkap bahwa jalan yang ditimbun longsor itu adalah akses satu-satunya penghubung ke kantong produksi.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

“Saat ini warga hanya bisa jalan kaki menyusuri sungai, karena akses terhalang longsor,” ujar Sunandar kepada Berita Sulteng. “Sampai sekarang kendaraan warga yang panen cengkeh masih tidak bisa tembus akibat jalan longsor,” ungkapnya pada Jumat, 14 Agustus.

Sekdes ini berharap Dinas terkait di Kabupaten Parimo segera mendatangkan alat berat. Sebab hanya itu solusi supaya jalan tersebut bisa segera diakses.

Permintaan Sunandar kepada pemerintah kabupaten tidak lain demi kepentingan seluruh masyarakat petani di Desa Dongkas. Katanya, tiada jalan lain bagi pekebun untuk mengangkut produksi kebun selain lewat di jalan yang sedang dibungkus material longsor saat ini.

Kebutuhan utama bagi petani menurut Sunandar adalah akses mengangkut hasil panen bila memakai kendaraan. Apalagi saat ini sedang musim panen cengkeh, rata-rata butuh jalan kendaraan pemuat cengkeh.

Bila hambatan ini tidak segera tertangani, Sunandar yakin sekali kalau para petani tidak hanya kesulitan membawa hasil panen, tapi bisa jadi ancaman atau berdampak merugikan, yang bermuara pada ekonomi penduduk.

Terlepas dari kondisi saat ini, dibilang Sunandar, Pemdes Dongkas sudah menyusun rencana untuk perbaikan. Tapi realisasinya nanti tahun depan, melalui APBDes tahun anggaran 2021. Bahkan berdasarkan wacana Pemdes Dongkas akan menganggarkan perbaikan akses-akses jalan penghubung kantong produksi.

Wilayah puluhan KK tersekat longsor berada di Dusun V Desa Dongkas. Penduduk lingkungan dusun tersebut hanya mengandalkan jalan yang sedang longsor itu supaya bisa terhubung dengan dusun-dusun lainnya. Pun sebaliknya.

Menurut Nasir Sulaeman—pemukim di Dusun V Desa Dongkas, menyebut longsor itu terjadi akibat hujan lebat yang rutin mengguyur sejak beberapa hari. Lantaran hujan, tanah jadi labih sehingga terjadi longsor.

Melalui Berita Sulteng Nasir Sulaeman menitip amanah, teruntuk pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Sebagaimana keinginan Sekdesnya, asa dari Nasir tidak lain supaya tumpukan material yang jadi penyekat Dusun V dan dusun lain, segera digusur. Nasir yakin, rata-rata penduduk yang membutuhkan lintasan tersebut hanya punya satu permintaan, yaitu penanganan terhadap jalan dan tanah yang runtuh saat ini.

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.