Bendera Indonesia Dibentang Lagi di Tebing Likunggavali, Panjangnya 10 Meter

  • Whatsapp
Bendera Raksasa di Tebing
Bendera Merah Putih sepanjang 10 meter dibentang di tebing Likunggavali, Parigi Moutong, Sulteng, saat memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun (17 Agustus 1945-17 Agustus 2020).

PARIMO, Berita Sulteng – Bendera merah putih ukuran raksasa dibentang di tebing Likunggavali, Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah. Diketahui, tebing ini sebagai salah satu spot panjat tebing terbaik di Indonesia. Kegiatan skala Nasional pernah digelar di sana, yaitu Jambore Nasional Panjat Tebing VI tahun 2019.

Pembentangan Bendera Indonesia berukuran panjang 10 meter dengan lebar 5 meter pada Senin, 17 Agustus 2020 di tebing berketinggian kurang lebih 100 meter sebagai budaya memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun, sejak dinyatakan merdeka tertanggal 17 Agustus 1945.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Momen mengenang hari merdeka melalui aksi membentang bendera Negara di tebing Likunggavali merupakan tahun ketiga. Pertama kali digelar tahun 2017. Yang menonjol sebagai pembeda dalam momen kali ini dengan pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya, adalah ukuran bendera.

Seperti yang dibilang Wawan Wiranto kepada Berita Sulteng di lokasi tebing pada Senin, 17 Agustus 2020. “Tahun ini Bendera Merah Putih yang dikibarkan berukuran 10×5 meter. Mungkin ini yang terbesar di antara pengibaran sebelumnya,” ucap Wawan Wiranto usai menggelar ritual 17 Agustus.

Wawan Wiranto yang sebagai Koordinator Vertical Rescue Parigi Moutong, menyebut kalau perayaan dengan aksi serupa akan terus dilakukan tiap tanggal 17 bulan Agustus. Itu sebagai bukti Nasionalis dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perayaan hari proklamasi kemerdekaan di tebing Likunggavali tahun ini dimotori oleh Badan Koordinasi Pecinta Alam Parigi Moutong (BKPAPM), bekerjasama dengan Vertical Rescue Indonesia, serta sejumlah Kelompok Pecinta Alam (KPA).

Di upacara peringatan hari bersejarah itu diikuti 100 orang lebih. Selain KPA, juga dihadiri beberapa orang perwakilan dari Praja Muda Karana atau yang disingkat dengan istilah Pramuka.

“Tadi yang hadir ada dari anak-anak Pramuka, KPA di Kabupaten Parimo, bahkan ada dari luar Parimo. Yang mendaftar lebih dari 100 orang,” katanya.

Sebagai rangkaian HUT Kemerdekaan RI, gabungan penggiat lingkungan itu menggelar aksi reboisasi di lingkungan sungai wilayah tebing Likunggavali. Demi penghijauan mereka menanam pohon.

Diketahui, dari komunitas pecinta alam di Kabupaten Parimo bukan cuma BKPAPM yang melaksanakan upacara memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI. Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur (FKPAPT) juga melakukan upacara yang sama, tapi di tempat berbeda, bukan di tebing.

Wadah perkumpulan KPA yang usia berdirinya sekitar tiga tahun lalu, itu menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Pantai Bundus, Desa Dolago—salah satu lokasi wisata di Kecamatan Parigi Selatan. Ritual itu juga melibatkan seratusan orang.

Pos terkait

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.