Pasien Covid-19 Satu RT di Parigi Kabur Saat Karantina

  • Whatsapp

PARIMO, Berita Sulteng – Ini adalah hal yang meresahkan, namun perlu diberitakan demi kebaikan banyak orang, terkhusus penduduk wilayah eks Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah. Tentang pasien Covid-19 yang dikabarkan lari dari rumah karantina di Kota Parigi.

Informasi diperoleh, pasien-pasien dalam perawatan yang tiba-tiba ‘cabut’ dari gedung isolasi, berinisial HTM, Zlf dan Ft. Mereka kabur pada Kamis, 20 Agustus 2020, sekitar dini hari.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

HTM merupakan suami dari Zlf. Sedangkan Ft adalah anak mereka. Pasien yang bagian dari satu Rumah Tangga (RT) tersebut diperkirakan keluar lewat pintu belakang asrama Diklat yang jadi tempat mengkarantina, oleh tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Parimo.

Kuat dugaan, lolosnya pasien Covid-19 satu RT itu lantaran lengahnya pengawasan dan penjagaan dari pasukan ‘penangkap’ Covid 19 yang bertugas. Apalagi di area gedung karantina yang terletak di jalan Kampali jalur II Kecamatan Parigi itu cukup sepi, juga gelap. Bahkan sejak pandemi Covid 19, ketika bangunan itu ‘disulap’ jadi fasilitas penanganan Covid, tak sedikit masyarakat yang tidak mau mampir, kecuali perlu. Kondisi itu dinilai jadi peluang untuk kabur.

Tiga pasien corona yang nyakar masih dalam masa karantina tersebut, bermukim di Kecamatan Parigi Tengah—kurang lebih10 kilometer dari rumah karantina di Parigi. Berdasar dari hasil Swab sebelumnya, HTM, Zlf dan Ft terkonfirmasi positif ‘dihantam’ corona virus disease 2019 alias Covid 19.

“Tiga orang yang hasil Swabnya positif corona meninggalkan pondok perawatan tanpa ijin pada Kamis subuh. Mereka merupakan satu keluarga, domisili Kecamatan Parigi Tengah,” ungkap sumber, Jumat 21 Agustus 2020.

Pemberi info yang identitasnya tidak disebut, adalah salah satu petugas yang ‘mangkal’ di rumah karantina korban corona.

“Sampai saat ini mereka (pasien kabur) belum juga kembali,” ungkapnya.

Alibi narasumber, upaya menghilang yang dilakukan pasien, itu mendapat bantuan dari orang dekat, atau pihak keluarga. Ada kemungkinan kalau oknum-oknum terlibat itu standby dengan kendaraan menjemput.

Sumber juga mengungkap kalau usaha Tim Gugus Tugas Covid 19 untuk mengajak para pasien kembali, sudah dilakukan, tapi gagal.

“Saat dilakukan upaya penjemputan, HTM mengaku tidak nyaman selama proses karantina sambil menunggu hasil test Swabnya keluar. Bapaknya mengaku sudah tiga hari terakhir tidak bisa tidur nyenyak, sehingga sempat jatuh di kamar mandi. Sekarang mereka ada di rumahnya dan tidak mau lagi kembali ke tempat karantina di Parigi,” ujar sumber.

Hingga artikel ini terbit, Portalsulawesi.ID maupun Berita Sulteng, belum mendapat keterangan resmi dari Tim Gugus Tugas Kabupaten Parimo, terkait larinya tiga pasien saat karantina. Juru Bicara Gugus Tugas, Irwan, tidak merespon pesan yang dikirim ke nomor  083133164xxx sejak jam 1 siang, Jumat kemarin. Pun terhadap panggilan telepon, Irwan tidak menjawabnya.*

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.