Banjir Picu Puluhan KK di Bambalemo Cabut Mengungsi

  • Whatsapp
Kondisi jalan Patambe Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi yang putus disapu banjir bandang pada Senin malam, 7 September 2020.

PARIMO, Berita Sulteng – Puluhan Kepala Keluarga di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, pada Senin, 7 September tadi malam terpaksa mengungsi akibat terjangan banjir bandang. Seratusan jiwa yang cabut dari kompleks pemukiman mereka tadi malam, ada yang pergi ke rumah-rumah keluarga, ada yang memilih mendatangi masjid bahkan terpaksa ‘mondok’ di gedung sekolah.

Data diambil dari Pemerintah Desa Bambalemo, tercatat 40 KK pengungsi dari Dusun II, 5 KK di Dusun I.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

“15 KK pengungsi dari Dusun II menginap di bangunan sekolah Madrasah Diniyah Awalia Alkhairaat yang terletak di Dusun III. Yang lainnya mengungsi ke rumah-rumah keluarga,” ungkap Kades Bambalemo, Irvan Adnan, Selasa 8 September.

Puluhan warga di Dusun II bergeser lantaran air bah telah merendam pemukiman di waktu petang, menjelang malam. Sedangkan puluhan KK lainnya yang bermukim tak jauh dari sungai juga memilih ‘nyakar’ dari kompleks sebagai langkah evakuasi dini mandiri.

Tidak hanya merendam tempat tinggal, banjir tadi malam menghanyutkan satu unit rumah di Dusun I, memutus ruas jalan Pantambe—salah satu akses menuju SMK Negeri 1 Parigi. Kini jalan beraspal tersebut tak bisa lagi dilalui kendaraan.

Bukan hanya itu, pagar beton fasilitas SMK Negeri 1 Parigi turut roboh digusur banjir berketinggian 1 meter lebih.

Pantauan Berita Sulteng, banjir berangsur surut sekitar jam 10 malam. Rumah-rumah yang terendam baru bisa dibersihkan warga ketika Selasa pagi.

Diketahui, Senin malam antara jam 7 dan jam 10, masyarakat heboh dengan gemuruh banjir di sungai Bambalemo. Warga berduyun-duyun mendatangi dua jembatan yang ada di desa itu.

Banjir bandang mengirim material lumpur, batu-batu besar, dan kayu. Bahkan batang pohon disertai akar yang diperkirakan baru saja tumbang, turut diseret banjir. Kondisi itu kemudian memicu khawatir warga sekitar sungai yang kemudian memilih cus demi penyelamatan dini. Sebab pada waktu itu sejumlah rumah terkabar sudah dimasuki air.

Banjir terjadi diperkirakan akibat hujan deras melanda wilayah pegunungan—hulu sungai. Di wilayah Parigi, guyuran hujan lebat terjadi dalam durasi kurang lebih 3 jam—petang hingga malam.

Kini, pengungsi sudah kembali menempati rumah mereka sejak Selasa pagi hingga siang.

Baca juga: Tiga Kecamatan di Parigi Moutong Dilanda Banjir, Ratusan Orang Mengungsi

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.