Ada Polisi, TNI, juga Pemerintah, Kajari Parimo Pamer Ratusan Gram Sabu

  • Whatsapp
Pemusnahan barang bukti tindak pidana di wilayah hukum Parigi Moutong, Sulteng pada 10 September 2020, oleh Kejari di Parigi

Penulis: Basrul | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng – Sedikitnya 630 gram narkotika jenis sabu-sabu dipamer Kepala Kejaksaan Negeri Parigi Moutong di halaman kantornya. Ratusan gram narkotika kelas 1 itu diperlihatkan jaksa ketika ada Kepolisian, Pabung Kodim 13/08 Donggala, Kepala Lapas Olaya, Wakil Bupati, ketua DPRD dan puluhan orang dari lembaga-lembaga tersebut di Parimo.

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Bersamaan dengan ratusan gram sabu-sabu, pada hari Kamis, 10 September 2020, Kajari juga memperlihatkan beberapa buah alat hisap sabu atau bong disertai korek api gas. Bukan hanya itu, sejumlah benda berbahaya lainnya juga diperlihatkan. Berupa senjata tajam, bom ikan serta alat selam.

“360 gram Narkotika jenis sabu-sabu lengkap dengan bong, Sajam, bom ikan serta alat selam ini merupakan barang bukti tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap,” ungkap Kajari Parimo, Moh Fahrozi di halaman kantornya tanggal 10 September 2020.

Deretan Babuk yang digelar jaksa kemudian dimusnahkan secara berbeda di halaman gedung Kejari Parimo tersebut. Bong sabu, Sajam, bom ikan dan alat selam ditumpuk kemudian dibakar dalam drum yang dibelah. Sedangkan 630 gram narkotika kelas satu dilarutkan memakai belanga berisi air yang dididihkan.

Aparat kepolisian dan TNI, eksekutif serta legislatif sengaja hadir untuk memusnahkan Babuk yang lebih dulu dipamer, sesaat sebelum dilenyapkan.

Menyinggung masalah Narkotika, kata Fahrozi, tercatat banyak generasi muda meninggal sia-sia, akibat mengonsumsi barang haram tersebut. Atas kondisi saat ini, Fahrozi bilang kalau dia tidak main-main dalam penanganan perkara Narkotika.

Juga terhadap penyimpangan menyangkut perkara-perkara lain, katanya, dia tidak ‘loyo’ bertindak. “Saya perintahkan kepada jaksa-jaksa dalam penanganan perkara, tidak hanya narkotika saja tapi juga perkara lain, harus profesional bekerja dan berhati nurani sesuai amanat Jaksa Agung,” ujar Fahrozi.

Dia berpesan kepada seluruh generasi, serta siapa saja di Kabupaten Parimo supaya berkeseharian dengan kegiatan pasitif. “Banyak hal-hal positif atau bermanfaat yang bisa dilakukan,” ucapnya, yang juga menyebut, “Daripada bergumul dengan barang haram jenis apapun, termasuk minuman keras yang dampaknya menyusahkan, bahkan menyesatkan,” jelasnya.

banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.