Jubir Tegaskan Wapres Tak Ada Kaitan dengan Kasus Jaksa Pinangki

Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka simposium nasional studi dan relasi lintas agama berparadigma Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara daring, Kamis 10 September 2020.

JAKARTA, Berita Sulteng– Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan bahwa Ma’ruf Amin tak ada yang berhubungan dengan kasus suap yang berfungsi Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra. Diberitakan, Rahmat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus suap kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Senin (9/11/2020). Dalam persidangan itu Rahmat mengaku dekat dengan Ma’ruf. Masduki menuturkan, Ma’ruf tak memiliki hubungan apa pun dengan Rahmat. Penyebutan nama Ma’ruf di persidangan, kata dia, sendiri-mata karena Ma’ruf Amin pernah bertemu Rahmat.
Rahmat merupakan pengusaha yang diduga terhubung pinangki dengan Djoko Tjandra. “Yang penting, tidak ada hubungan apa pun apalagi yang terkait dengan kasusnya. Ini memang semata-mata dia pernah berhubungan dengan Kiai Ma’ruf,” kata Masduki kepada Kompas.com, Selasa (10/11/2020). Masduki menyebutkan, ciri ulama dan kiai adalah tidak akan menolak orang-orang yang akan bersilaturahim. Termasuk Wapres Ma’ruf Amin yang merupakan kiai dan ulama. “Orang bernama Rahmat itu termasuk orang yang mendekat ke Kiai Ma’ruf, termasuk ketika masa kampanye (Presiden-Wapres) kemarin,” kata Masduki. “Tapi tidak ada hubungan apa-apa sama sekali. Lebih jauh dari itu tidak ada. Hanya sebatas itu saja (saat kampanye),” lanjut dia. Masduki mengatakan, Wapres Ma’ruf bahkan tak tahu siapa Rahmat dan apa latar belakang pria itu. “Kalau ketemunya baik dan Kiai Ma’ruf juga tidak tahu siapa Rahmat dan latar belakang lebih jauhnya apa, karena harapannya baik-baik saja,” kata dia.
Selain itu, Masduki juga meragukan pengakuan Rahmat di persidangan, yang mengaku dekat dengan Ma’ruf Amin.
“Kalau pergi berdua tidak mungkin karena kiai itu selalu pergi minimal ada ajudannya dan orang-orang lain. Pasti itulah. Tapi mungkin saja sebelumnya pergi kemana, karena waktu kampanye juga pergi kemana-mana,” tutur Masduki.
Sebelumnya diberitakan, Rahmat mengaku dekat dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam persidangan suap kepengurusan fatwa Mahkamah Agung yang menyeret jaksa Pinangki dan tersangka kasus casie Bank Bali Djoko Tjandra.
Anggota majelis hakim Agus Salim awalnya menanyakan perihal nomor kontak Rahmat yang disimpan Pinangki dengan disertai embel-embel “Ma’ruf Amin”.
“Setahu saudara kenapa ada nama saudara disebut Rahmat Ma’ruf Amin di kontak terdakwa Pinangki?,” tanya Agus saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11/2020) seperti dilansir dari Antara.
Rahmat kemudian menjawab tidak tahu dan melempar pertanyaan itu kepada Pinangki.
Setelah ditanya kembali oleh hakim, Rahmat akhirnya membeberkan ia dekat dengan Ma’ruf Amin. “Saya dulu dekat dengan Pak Ma’ruf Amin, saya selalu pergi berdua sama dia,” ucap Rahmat saat sidang. Menurut dia, kedekatan dengan Ma’ruf terjalin selama tiga tahun belakangan ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com. Baca artikel asli Klik sini.

banner 970x90
banner 728x130

MAU KAOS KEREN? atau HOODIE JUMPER (SWEATER) Distro? atau TOPI CASUAL? Cukup tinggalkan komentar, dan bagikan Artikel-Artikel terbitan Beritasulteng.com. Cenderamata diserahkan ke penerima terpilih pada 10 November 2020.