TAGANA Sasar Sekolah Kenalkan Bencana Sedini Mungkin

Foto : Istimewah•Diambil dari aceh.tribunnews.com

Penulis : Moh. Aksha | Editor : Moh. Faozan

PARIMO, BERITA SULTENG- Bertujuan memperkenalkan  sedinimungkin kesiap siagaan saat bencana terjadi, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, jalan ke sekolah sekolah.

Bacaan Lainnya

Program TAGANA itu mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Adrudin Nur, melalui Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD) Ince Pina merespon baik Taruna Siaga Bencana Masuk Sekolah (TMS).

Menurutnya, program TMS yang saat ini dilaksanakan Tagana, mampu memberikan pelajaran tentang kebencanaan kepada para siswa sekolah dasar. Kegiatan TMS ini kata Ince Pina, dimulai hari ini Senin 16 November hingga Selasa 17 November 2020 di beberapa SD.

“Alhamdulillah, saya sangat mensuport dengan adanya Tagana masuk sekolah agar supaya anak-anak dapat memahami tentang bencana baik itu gempa maupun banjir.” ujar Ince Pina.

Tujun Tagana kata dia, untuk memberikan pemahan terkait kebencanaan kepada anak-anak sejak dini.” jadi, ketika bencana terjadi nantinya mereka sudah paham dan mengetahui apa saja yang akan mereka lakukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada 10 sekolah dasar di Parimo yang menjadi sasaran TMS yakni, SD Lemusa, Olobaru, Boyantongo masing-masing di Kecamatan Parigi Selatan.

Selanjutnya, SD Bambalemo Kecamatan Parigi, SD Uevolo, SD Tandaigi Kecamatan Siniu, SD Sidoan Kecmatan Sidoan, SD Tinombo, SD Silabia Kecamatan Tinombo, dan SD Tomini Kecamatan Tomini.

Ia menambahkan, sekolah yang menjadi sasaran TMS ini memang SD yang dinilai rawan bencana. Karena, lokasi sekolah yang dimaksud berdekakatan dengan jalur sungai yang rawan terjadi banjir.

Dengan masuknya TMS diharapkan bisa memberikan dukungan bagi sekolah di Parimo untuk memulai proses belajar mengajar. Dalam kegiatan TMS ini hanya dapat diikuti 20 siswa di setiap sekolah.

“Saya berharap, agar kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi program pemerintah kabupaten melalui Dinas Sosial khususnya di Bidang yang menangani ini,” harap Ince Pina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *