Bidang Kebudayaan Input PPKD ke Aplikasi DAPOBUD

Sumber: Disdikbud Parigi Moutong

PARIMO, Berita Sulteng– Usai gelar Focus Group Discussion (FGD) Pokok Pemikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong lakukan penginputan data ke aplikasi Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD).

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parigi Moutong Sri Nur Rahma mengatakan, pelaksanaan FGD dilaksanakan di dua zona yakni di Kecamatan Parigi mencakup Sausu hingga Tinombo Selatan, zona dua Tinombo hingga Moutong bertempat di Kecamatan Tomini.

Untuk daerah Tinombo Selatan sampai Moutong, FGD ini diharapkan mampu mengumpulkan 11 unsur yang mencakup pemajuan kebudayaan dari suku Tialo, Lauje serta suku-suku yang lain yang masih termasuk bagian dari Parigi Moutong.

Hasil dari FGD yang telah dilaksanakan diperlukan dalam penyusunan dokumen kebudayaan. Sehingga lanjutnya, hasil pengumpulan data tersebut akan dimasukan ke dalam sistem aplikasi Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) dari Kementrian Pendidikan dan langkah selanjutnya penyusunan dokumen perencanaan.

“Dokumen perencanaan dokumen kebudayaan tersebut dibuat untuk mencari cara bagaimana agar 11 objek tersebut bisa lestari, bagaimana caranya agar 11 objek ini bisa dikembangkan, bagaimana caranya agar bisa dimajukan dan sebagainya,” ungkapnya

Pasalnya, hal yang terpenting dalam penyusunan dokumen tersebut adalah enumerataor yang tidak hanya bertugas mengumpulkan data di lapangan tetapi juga sebagai penyusun dokumen kebudayaan. Diantaranya, Dr. Ikhtiar Hatta, Moh Junaedi Dosen Antropologi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Iksam (Arkeolog) Sulawesi Tengah, Muhammad Ikbal (Jurnalis) dan Pardi Salama (Budayawan).

Sehingga lanjutnya, para enumerator itulah yang akan mengkombain, serta melihat objek-objek yang ada dan meramu setiap kebutuhan kebudayaan yang ada di Parigi Moutong juga bekerja sama dengan DISDIKBUD terkhusunya bidang kebudayaan.

Kemudian lanjutnya, data tersebut akan diinput ke aplikasi DAPOBUD untuk mengetahui grafik atau besaran data dari 11 objek yang telah ditentukan berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2017.

“Jadi dari situ akan hadir, gagasan gagasan ide-ide, nanti setelah dokumenya jadi nanti akan dikembalikan ke daerah. Kemudian di diskusikan kembali bersama kami dan tim BAPPELITBANGDA,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *