Demi Transparansi, Kemendikbud Rekomendasikan Belanja Lewat Siplah

Penulis: Moh Aksa | Editor: Andi Sadam

PARIMO, Berita Sulteng– Proses pengadaan barang yang memakai anggaran bantuan pemerintah makin diperketat lagi. Hal Ini dilakukan Kemendikbud RI demi transparansi pembelanjaan masing-masing sekolah.

Bacaan Lainnya

Oleh kementerian merekomendasikan satuan pendidikan yang menerima bantuan pengadaan agar berbelanja melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah atau SIPLah yang telah diluncurkan.

SIPLah salah satu aplikasi berbasis android.

Ketentuan pembelanjaan melalui SIPLah ini diuraikan Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Ince Pina.

Itu terkait adanya 14 Sekolah Dasar di daerah tersebut mendapat bantuan Kemendikbud RI.

8 SD mendapat bantuan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan 6 SD mendapat bantuan alat terkait Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) seluruhnya akan diakses lewat aplikasi SIPLah.

Baca Berita Sebelumnya: Kemendikbud Bantu 14 SD di Parigi Moutong

“Lewat aplikasi itu akan terwujud transparansi penggunaan uang sekolah. Dan tidak repot lagi kepala sekolah dalam pertanggungjawabanya,” ujar Ince Pina.

Uang bantuan Kemendikbud yang diarahkan harus dibelanjakan via SIPLah yaitu Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Misalnya membeli buku dan lainnya. Karena, baru bantuan ini pembelanjaanya lewat SIPLah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa aplikasi SIPLah bisa diakses melalui laman Kemendikbud RI.

“Jadi, Kemendikbud siapkan laman SIPLah. Nanti, setelah mereka (sekolah) mengklik SIPLah muncul penyedia-penyedia dan spek-speknya,” jelasnya.

Ince menjelaskan lagi, setelah muncul semua hasil dari mengklik laman tersebut, memilih jenis barang, memesan, dan barang pun akan tiba di alamat sekolah yang dimaksud.

Selanjutnya setelah barang pesanan tiba, sekolah diharapkan memeriksa dan memastikan jika semua pesanan sudah sesuai dengan petunjuk teknis.

“Kalau memang sudah sesuai barulah mengirim uang pembayarannya,” terangnya.

Terkait proses pembayaran tidak secara tunai, tapi menggunakan sistem transfer melalui rekening. Sedangkan untuk pertanggungjawaban dari pengadaan barang tersebut akan dikirim pihak sekolah yang melakukan pemesanan.

Ince juga menambahkan, jika melakukan pemesanan saat harga barang murah pastinya ada selisih uang belanja tersebut. “Selisih itu nantinya akan ditarik kembali dari pihak Kementerian,” jelasnya.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *