Soal Tambang Ilegal, Dansat Brimob Pastikan Anggotanya Tidak Terlibat

Wadansat Brimob Polda Sulteng, AKBP Denny Jatmiko S.IK • Foto : Istimewah

Sumber : TIM

Palu, Berita Sulteng- Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat Brimob) Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Joko Sulistio, S.I.K. SH, dengan tegas mengatakan tidak ada anggotanya yang terlibat dalam Praktek Pertambangan Ilegal di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bacaan Lainnya

banner 970x90

Penegasan tersebut dikeluarkannya dikarenakan santernya isu oknum anggota Brimob yang diduga bermain di tambang emas ilegal Dusun Dongi-dongi, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

Melalui Wadansat Brimobda Polda Sulteng, AKBP Denny Jatmiko S.IK menyampaikan, pihaknya telah secara tegas mewanti-wanti agar setiap anggota Brimob pada jajaran Polda Sulteng untuk tidak telibat kegiatan yang melanggar etik selaku Bhayangkara Negara khususnya Brimob.

“Dansat mewanti-wanti seluruh pasukan untuk tidak melakukan kerja diluar tupoksi Brimob, terkhusus lagi terlibat dalam kegiatan tambang ilegal,” ungkap Wadansat Brimob Denny Jatmiko, saat ditemui di Mako Brimob Polda Sulteng, Minggu,(07/02/2021).

Dikesempatan itu juga Wadansat Brimob meluruskan rumor yang beredar di masyarakat soal adanya Oknum Brimob yang main mata di Peti Dongi-Dongi. Kata dia, kehadiran anggota Brimob disekitar Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, dalam rangka mendukung operasi Tinombala yang sedang berlangsung disekitar wilayah tersebut.

“Personil kami disana dalam rangka penugasan khusus (Under Cover). Mereka disana ditugaskan mengawasi keterlibatan anggota Brimob dalam kegiatan Ilegal Mining, serta kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan ancaman keamanan bagi keberlangsungan operasi,” urainya.

Terkait insiden perampasan HP oleh Oknum Brimob di Kawasan Peti Dongi-Dongi juga dijelaskan bahwa hal tersebut merupakan salah paham biasa ,masalah tersebut juga telah berujung damai antara pemilik handphone dan anggota Brimob yang mengamankan HP tersebut.

” masalah dugaan perampasan HP sudah kami pertemukan korban dengan anggota kami yang diduga mengambil HP tersebut ,keduanya telah berdamai dan saling memaafkan sehingga tidak ada lagi permasalah diantara keduanya ” ungkap Denny Jatmiko kepada sejumlah wartawan yang hadir di Mako Brimob Polda Sulteng.

Melalui kesempatan itu pula, Wadansat Brimob mewakili Dansat Brimob Polda Sulteng menyampaikan, pada prinsipnya pihaknya tidak anti Kritik, tetapi dibutuhkan sinergitas yang lebih baik untuk menjaga keamanan di Sulawesi Tengah dengan semua pihak.

“Brimob tidak anti Kritik, selagi untuk kebaikan kami dalam rangka mengintropeksi diri serta pembenahan internal, maka kami selalu terbuka. Kami adalah rekan kerja kawan-kawan Pers ” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, kembali ditegaskannya, pihaknya tidak mentolelir segala aktifitas anggotanya yang terlibat dalam kegiatan diluar Tupoksi dan melanggar etik.

Harapannya masyarakat juga proaktif untuk dapat memberikan informasi jika ada oknum Brimob yang diduga melakukan pelanggaran diluar kesatriaan.

“Kami tegaskan tidak ada anggota Brimob yang bermain tambang dan juga main beking bekingan, kami tidak pernah menerbitkan Sprint kecuali untuk kegiatan khusus intelejen,” tegasnya.

banner 970x90
banner 728x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *