Disdikbud Parimo Jadwalkan Pembelajaran Tatap Muka

Ibrahim, Kepala Bidang Menejemen SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo.

Penulis : Novita

 PARIMO, BERITA SULTENG– Tahun ajaran baru pada bulan Juli mendatang, dijadwalkan menjadi awal siswa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah, kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Hal itu diungkapkan Ibrahim, Kepala Bidang Menejemen SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo yang ditemui Berita Sulteng diruang kerjanya, Selasa (23/3).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, penjadwalan pembelajaran tatap muka dilakukan pihaknya berdasarkan surat edaran Kementerian Dikbud, dengan syarat harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.Kemudia kata dia, untuk memaksimalkan proses pembelajaran tatap muka itu juga, semua tenaga pendidik dan kependidikan, baik guru, kepala sekolah dan tata usaha diwajibkan untuk menjalani vaksin Covid-19 terlebih dahulu.

“Jika vaksi tidak dilakukan, proses pembelajaran tatap muka, tidak diperbolehkan. Target itu, kami Dinas Pendidikan sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo terkait hal itu, namun pihaknya diminta untuk menunggu, dan diharapkan dalam waktu dekat ada kepastian untuk pelaksanaan vaksinasi.Sementara kesiapan pihak sekolah kata dia, sebelumnya pihaknya sudah menyiapkan surat izin dari orang tua siswa, untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Namun, jika izin itu tidak diberikan oleh orang tua, maka tetap saja tidak bisa terlaksana. Hanya saja pihaknya optimis dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 itu, orang tua mengizinkan anak-anaknya untuk ke sekolah.

“Makanya tugas pihak sekolah juga adalah memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa terkait rencana ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS), kemungkinan besar pelaksanaannya akan dilaksanakan secara tatap muka. Hal itu dapat dipastikan dengan telah diberikannya rekomendasi kepada Disdikbud Parimo, oleh tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong, dengan ketentuan menetapkan protokol kesehatan, dan jumlah siswa dalam kelas sebanyak 18 orang saja.

“Rekomendasi ini hanya untuk pelaksanaan UAS saja. Sementara mengatur jadwal soft siswa, itu menjadi tanggungjawab pihak sekolah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *