Sidang Kasus Korupsi Aset DKP, Saksi Dukung Dakwaan JPU

Kasi Pidsus Kejari Parigi, Muhammad Tang

Penulis : Novita

PARIMO, BERITA SULTENG– Sidang kasus dugaan tindakpidana kosupsi aset DKP di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah terus bergulir di Pengadilan Negeri Kota Palu.

Bacaan Lainnya

Pada sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi pekan kemarin, seluruh saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendukung dakwaan dalam kasus tersebut.

“Semua saksi yang kami hadirkan, alhamdulilah mendukung dakwaan kami,”ungkap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Parimo, Muhammad Tang yang ditemui Berita Sulteng diruang kerjanya, Rabu (24/3).

Dia mengatakan, dalam agenda sidang pekan kemarin pihaknya menghadirkan sebanyak empat orang saksi, yang seluruhnya merupakan pengelola koperasi.

Menurut dia, dalam keterangan yang disampaikan para saksi, membenarkan bahwa memang aset-aset tersebut bukan atas nama koperasi, melainkan individu.

“Nanti pada agenda sidang berikutnya, masih pemeriksaan saksi-saksi. Karena kebetulan, sidang kami bertepatan dengan sidang KPK, terkait Bupati Banggai Laut. Jadi kami menyesuaikan dengan agenda pengadilan,” jelasnya.

Sebelumnya juga kata dia, telah diperiksa beberapa saksi dari pengelola inti koperasi, dalam keterangan mereka bahwa pengelola koperasi memang juga secara individu atau lebih kepribadi.

Sementara aset-aset lanjut dia, pada saat masuk tahap penyidikan tidak lagi ditemukan, selain aset pemerintah daerah yang telah disita oleh pihaknya.

Dia menambahkan, pada agenda sidang keempat nanti pada tanggal 25 Maret 2020 (besok), pihaknya akan menghadirkan sejumlah bendahara pada pengelolaan pabrik es.

“Seperti yang diketahui, ada dua objek perkara dalam penanganan kasus tersebut, yakni pabrik es dan dua unit kapal,”tuturnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo resmi menahan tiga tersangka kasus dugaan Korupsi aset di DKP tahun 2012 silam, dengan kerugian negara sebesar Rp. 2,1 Miliar. Ketiga tersangka tersebut yakni inisial SS, HL, dan Inisial MT.

Ketiga tersangka tersebut yakni inisial SS merupakan Ketua Koperasi Tasibuke dan juga saat ini menjabat Wakil Ketua II DPRD Parimo, inisial HL sebelumnya menjabat Kadis DKP Parimo tahun 2012 silam dan inisial MT adalah bendahara Koperasi Tasibuke.

Ketiganya, dikenai pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 subsider pasal 3 Jo pasal 18 UU no 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo  pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *