Empat DI di Parigi Moutong Direhabilitasi

Kepala Bidang SDA, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahaan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Aflianto Hamzah
Kepala Bidang SDA, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahaan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Aflianto Hamzah

Penulis : Novita | Editor : Moh. Faozan

BERITA SULTENG– Sebanyak empat Daerah Irigasi (DI) yang terdapat diwilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), akan direhabilitasi dengan total anggaran sebesar Rp.4 miliar lebih, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Jadi pada bidang Sumber Daya Air (SDA) ada empat paket pekerjaan dari DAK APBN, yang sudah jalan. Kemarin sudah proses tender, dan telah menandatangi kontrak kerja,” ungkap Kepala Bidang SDA, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahaan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Aflianto Hamzah, Senin 5 April 2021.

Dia mengatakan, lokasi yang menjadi sasaran yakni, DI Malanggo, dan Sigenti Kecamatan Tinombo Selatan. Kemudian, DI Labalang Kecamatan Kasimbar, serta DI Parigi Kanan Kecamatan Parigi Barat.

Seluruhnya kata dia, mendapatkan alokasi dana bervariasi mulai dari Rp1 miliar lebih hingga Rp900 juta, dengan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan dan bendungan.

“Pelaksanaan pekerjaannya sudah dimulai sejak Maret hingga September mendatang,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya juga telah melaksanakan meeting dengan pihak ketiga sebagai pelaksana. Tujuannya, untuk membicarakan terkait apa saja yang akan dilaksanakan di lapangan, guna mengantisipasi jika terjadi permasalahan.

Total anggaran untuk DI tahun 2021 ini diakuinya, memang terbilang kecil. Sebab, DI yang menjadi sasaran DAK, hanya untuk empat lokasi saja. Sementara beberapa tahun sebelumnya, mencapai belasan DI, yang mendapatkan kucuran dana rehabilitasi.

“Kami sudah usulkan beberapa DI yang kami anggap prioritas. Tapi memang tahun ini, hanya empat kegiatan ini saja yang dianggarkan dari APBN,” ujarnya.

Sesuai standar pemerintah pusat kata dia, kerusakan yang dianggap prioritas sekitar 60 persen. Sementara, 34 DI di Parigi Moutong rata-rata kerusakannya sekitar 40-60 persen, yang sesungguhnya harus segera ditangani.

“Pemerintah pusat menilai kerusakan 40-60 persen sudah dianggarkan melalui APBD, makanya jatah tahun ini hanya empat paket saja. Padahal karena pandemi Covid-19, anggaran APBD kami banyak yang terpotong,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *