Lagi, Parimo Jadi Sasaran PAMSIMAS

Penulis: Novita

BERITA SULTENG – Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021, kembali menjadi sarana program Pamsimas yang tersebar di 25 desa.

Bacaan Lainnya

“Proses pelaksanaan kegiatan Pamsimas telah memasuki proses pelaksanaan pekerjaan. Ditandai dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara pihak Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dengan pihak Satker atau PPK Balai Prasarana Wilayah Permukiman (BPPW), dan Satker atau PPK Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong, Aziz Tombolotutu, baru-baru ini.

Dia mengatakan, perjanjian kerjasama beberapa pihak terkait dengan program Pamsimas, dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Kantor Bappelitbangda Parigi Moutong.

Menurut dia, pada tahap selanjutnya pihak KKM dan Satuan Pelaksana (SATLAK) program PAMSIMAS, ditingkat desa akan membuat Rencana Penggunaan Dana (RPD) yang akan diajukan ke Satker atau PPK, untuk mendapatkan persetujuan pencairan.

“Pada pengajuan RPD sebanyak 16 desa telah membuat RPD yang ditujukan ke Satker atau PPK BPPW,”ujarnya.

Saat ini kata dia, sedang dilakukan verifikasi terkait pengajuan RPD, dan dilakukan pencairan ke rekening. Untuk sembilan desa lainnya, yang didanai oleh APBD, sedang dilakukan pengajuan berkas pencairan, dan masih dalam proses verifikasi dokumen oleh PPK air minum kabupaten.

Terkait proses pencairan lanjut dia, pada program Pamsimas dilakukan sebanyak dua kali tahapan. Untuk desa baru atau reguler, tahap pertama sebanyak 40 persen, dan tahap kedua 60 persen. Sedangkan untuk desa pasca (HID dan HKP) tahap pertama 50 persen, dan tahap kedua 50 persen.

“Yang akan melakukan pencairan nantinya, adalah pihak KKM, dan SATLAK dengan didampingi oleh fasilitator Pamsimas, setelah mendapatkan rekomendasi dari PPK air minum kabupaten,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal itu dilakukan agar proses pencairan dapat terkontrol dan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran yang diperlukan di desa.

Selain itu tambahnya, beberapa desa telah melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas KKM dan SATLAK dengan menggunakan dana Incash, yang telah dikumpulkan oleh masyarakat. Dia berharap, proses pencairan anggaran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), baik APBN, dan APBD segera terealisasi, agar kegiatan segera dijalankan di desa-desa sasaran. Sehingga, target penyelesaian pekerjaan dapat sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *