Potensi Gratifikasi Tambang Ilegal Di Parimo

Penulis: Novita

BERITA SULTENG – Aktivitas tambang emas ilegal dibeberapa lokasi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah yang terkesan didiamkan, berpotensi gratifikasi karena lambannya penegakan hukum dilakukan.
“Bagi saya kalau tidak ada izinnya atau ilegal, ya harusnya dibubarkan langsung, penegakan hukum lah,”tandas Rusfian, Direktorat koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan KPK Wilayah IV, Rabu (19/05).
Dia mengatakan, terkait mekanisme penegakan hukum atas tambang emas ilegal yang terus beroperasi, dapat ditanyakan ke lembaga penegak hukum.
“Apakah mereka menerima gratifikasi juga, Wallahu alam. Tetapi pasti ada sesuatu kenapa itu diam,”ujarnya.
Menurut dia, adanya aktivitas tambang emas ilegal yang bukan hanya terjadi di Kabupaten Parigi Moutong saja, harusnya ada penegakan.
Apalagi kata dia, dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tambang emas ilegal itu sendiri.
“Ada tambang ilegal, harusnya aparatnya ngapain? Sama kan jawaban kita? Sama halnya dengan teroris di Papua, harusnya kita ngapain? Melakukan penindakan. Apalagi,”tandasnya.
Dia menegaskan, poin pentingnya adalah, baik persoalan tambang, perizinan dan penegakan hukum, seharusnya bebas dari penyuapan, pemerasan dan gratifikasi.
Berdasarkan pantauan media ini, ada beberapa lokasi tambang emas Ilegal di Kabupaten Parigi Moutong, diantaranya di Desa Kayuboko Kecamatan Parigi Barat, dan Desa Buranga Kecamatan Ampibabo.
Aktivitas tambang emas di Kayuboko, telah lama ada dan hingga kini belum memiliki izin, namun aktivitas terus berlangsung.
Sama halnya dengan di Desa Buranga. Namun, belakangan aktivitas tambang disalah satu titik lokasi di Desa Buranga, dihentikan karena dalam penanganan kepolisian, akibat terjadinya longsor yang menewaskan beberapa orang dilokasi tambang.
Berdasarkan informasi, ada beberapa lokasi lagi yang kembali dibuka untuk melakukan aktivitas tambang emas. Diantaranya, Desa Lemusa, Pelawa dan Tinombo, dan diduga lokasi ini dimodali oleh satu pemodal yang telah menggarap lokasi tambang emas ilegal Kayubura dan Buranga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *