Jelang US Tatap Muka, Satgas Covid-19 Parimo Tinjau Sekolah

Ilustrasi: Istimewah

Penulis: Novita

BERITA SULAWESI – Tim Gugus Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 melakukan peninjauan kesiapan sekolah sebagai pelaksana Ujian Sementara (US) kenaikan kelas, yang akan dijadwalkan pekan depan secara tatap muka.

Bacaan Lainnya

Sebagai sampel pemantauan kesiapan sekolah, dilakukan dibeberapa lokasi yakni, dua sekolah di Kecamatan Balinggi, dua sekolah di Kecamatan Kasimbar dan dua sekolah di Kecamatan Parigi.

Peninjauan melibatkan seluruh unsur dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 diantaranya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol PP), Polres dan Dinas Pendidikan selaku pendamping.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Idran mengatakan, berdasarkan surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pelaksanaan tatap muka dapat dilaksanakan, namun melihat situasi daerah masing-masing.

“Kalau daerah itu zona merah, memang tidak dapat dikeluarkan rekomendasi,” ujarnya saat ditemui disela-sela peninjauan, Kamis (3/06).

Wilayah Parigi Moutong saat ini, dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan, sehingga rekomendasi memungkinan dikeluarkan untuk pelaksanaan US kenaikan kelas dengan standar protokol kesehatan.

Kemudian, pihaknya perlu melakukan pengecekan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekolah, dalam mendukung standar protokol kesehatan, seperti ketersediaan sarana cuci tangan, masker cadangan, dan hand sanitizer.

“Kami perlu memastikan hal itu, untuk memastikan pencegahan penyebaran COVID-19. Dari beberapa sekolah yang kami tinjau, menurut kami telah memenuhi standar protokol kesehatan,” kata dia.

Pihaknya juga meminta kepada pihak sekolah, untuk meminta persetujuan orang tua atau wali murid, terkait pelaksanaan ujian semester secara tatap muka.

Sementara itu, Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong Ibrahim mengatakan, akan dibuat surat edaran yang meminta kepada pihak sekolah mengatur jadwal pergantian siswa saat proses pembelajaran tatap muka, dengan jumlah siswa minimal 15 orang dalam satu kelas.

Sehingga, pelaksana US kenaikan kelas yang sebelumnya hanya berlangsung selama satu minggu saja, dapat terlaksana dalam waktu dua minggu lamanya, karena diatur dengan standar protokol kesehatan. “Kami berharap pelaksanaan ujian tatap muka nanti diberikan rekomendasi, apalagi kesiapan sekolah untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan standar protokol kesehatan sudah kami terapkan sejak tahun 2019 kemarin,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *