Dana BOS Puluhan SD di Parimo Belum Cair

Aminuddin, S. Pd - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong

Penulis : Novita

BERITA SULTENG – Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Aminuddin mengungkapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terdapat puluhan sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) belum dicairkan, karena terkendala proses pelaporan yang menggunakan aplikasi terbaru.

Bacaan Lainnya

“Karena BOS ini sebelum dana itu masuk ke rekening, operator sekolah di undang dulu oleh dinas untuk membuat laporan tahap satu. Setelah laporan tahap satunya masuk, baru kita berikan rekomendasi untuk pencairan tahap dua,” kata Aminuddin kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Untuk Parigi Moutong sendiri jumlah sekolah dasar sebanyak 422 sekolah, data tersebut juga termasuk sekolah swasta. Hingga saat ini, kurang lebih 400 sekolah yang telah memasukkan laporan BOS tahap satu, dan dana tahap duanya telah dicairkan.

“Yang sudah memasukan laporanya sudah sekitar 400 lebih. Jadi diperkirakan ada 20-an, yang belum memasukan laporanya,” ungkapnya.

Puluhan sekolah yang belum memasukan laporanya adalah sekolah swasta. Penyebab, karena operator yang melakukan proses penginputan masih terkendala dengan aplikasi baru, yakni Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

ARKAS merupakan sistem baru yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud). Untuk melakukan input rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) oleh tim BOS sekolah.

“Jadi itu semua yang menjadi kendala pihak sekolah. Sehingga, lambat memasukan laporan mereka.” jelasnya.

Dengan adanya aplikasi baru, secara otomastis semua operator dari pihak sekolah masih melakukan penyesuaian. Apalagi, tahun ini pihaknya tidak melakukan sosialisai mengenai hal tersebut, karena terkendala waktu dan anggaran.

“Jadi saya pikir masih banyak sekolah yang kurang paham dengan penggunaan aplikasi ini. Jangankan sekolah, kami pun begitu. Sebenarnya, penginputan ini sudah selesai lantaran sistem baru makanya lambat,” terangnya.

Kemudian, dengan aplikasi ini semua rekening sekolah penerima dana BOS berubah. Sehingga, pihaknya harus kembali melakukan menyesuaikan dengan penggunaan aplikasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *