Rencana TPM Terbatas di Parimo Juli ini, Dibatalkan

Sunarti - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong

Penulis : Novita

BERITA SULTENG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah membatalkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbuka, yang dijadwalkan pada 12 Juli ini. 

Bacaan Lainnya

“Kami kembali memetakan proses pembelajaran tatap muka yang direncanakan 12 Juli, karena adanya surat edaran Gubernur. Sehingga, dinas melakukan penyesuaian dan membatalkan pembukaan sekolah ditengah pandemi saat ini,” ungkap Sunarti, Sekretaris Disdikbud Parigi Moutong yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/07).

Dia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan pejabat dilingkup Dikbud terkait layak tidaknya dilaksanakan tatap muka disekolah.

“Hasil pertemuan ini akan dituang kedalam surat edaran yang kemudian dilayangkan kesatuan pendidikan di seluruh Parigi Moutong,” ujarnya. 

Menurut dia, persiapan pelaksanaan PTM terbatas, telah dikoordinasikan pihaknya dengan Bupati, dan menginstruksikan untuk menyesuaikan dengan surat edaran Gubernur.

Langkah tersebut kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, yang dikhawatirkan akan terjadi pada peserta didik saat pelaksanaan PTM. Bahkan, Disdikbud akan dinilai tidak mengindahkan instruksi yang dikeluarkan Gubernur.

“Pak Bupati menyarankan agar tetap mengacu pada edaran itu,” jelasnya.

Selain itu, status zona wilayah Kabupaten Parigi Moutong untuk penyebaran COVID-19 belum diketahuinya, apakah berstatus orange, kuning, merah atau hijau. Maka perlu ada kejelasan atas kondisi ini.

Padahal tambahnya, dari status zona itu pihak Disdikbud dapat menentukan kecamatan mana yang dinilai steril, dan bisa melaksanakan PTM. Sehingga, perlu mendapatkan rekomendasi dari Tim Satgas penanganan Covid-19.

“Kita berharap BPBD bisa mengeluarkan rekomendasi itu. Tapi pembelajarannya dengan cara terbatas untuk tatap muka, mungkin para siswa diberikan sift dalam pembelajaran,” kata dia.

Pihaknya akan berupaya meyakinkan kepada pihak BPBD dengan kesiapan sekolah, dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Data-data itu kita siapkan, apabila itu direstui maka sekolah akan dibuka. Tetapi Senin depan kami membatalkan PTM sesuai edaran Gubernur,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat BPBD Parigi Moutong, Idran, ST mengatakan, pihaknya belum dapat mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan PTM terbatas di Kabupaten Parigi Moutong. 

Sebab, Gubernur melalui juru bicaranya telah mengimbau untuk melakukan penundaan pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan bulan Juli ini, hingga di bulan Agustus nanti. 

“Ada surat edaran Gubernur, tatap muka ditunda hingga 2 Agustus nanti,” ujar Idran, belum lama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *