Gerindra Bakal Beri Bantuan Korban Bencana di Toribulu dan Tomini

Faisan Badja - Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, bakal menyalurkan bantuan di Kecamatan Toribulu dan Tomini, Sulawesi Tengah untuk meringankan beban para korban bencana banjir, yang terjadi beberapa waktu lalu akibat luapan sungai.

Bacaan Lainnya

“Penyaluran bantuan merupakan program Garindra peduli. Rencananya bantuan kali ini kami berikan kepada korban banjir dibeberapa desa di Kecamatan Toribulu dan Tomini,” ungkap Kades Partai Gerindra, dan selaku Wakil Katua DPRD Parimo, Faisan Badja kepada wartawan, Kamis (15/7).

Saat ini, dana terkumpul dari kader partai, pengurus partai dan anggota legislative diusung dari Partai Gerindra total sementara telah mencapai Rp 7 juta. Penggalangan dana untuk bantuan masih dilakukan hingga kini, dan rencananya disalurkan pekan ini kepada para korban.

Kemudian, agar bantuan tepat sasaran, pihaknya telah meminta data-data korban bencana  kepada BPBD dan PMI, diyakini memiliki keakuratan data kebencanaan.

Kebutuhan para korban dari data yang diperoleh, yakni Sembako, Kitchen Set, Baby Kit, Sarung, Selimut dan Tenda. Sebab, terjangan benjir beberapa waktu lalu, mengakibatkan sebagian korban kehilangan peralatan dapur, karena rumahnya mengalami kerusakan baik ringan, sedang dan bahkan ringan.

Disamping itu, ada juga korban bayi dan balita membutuhkan bantuan kebutuhan dasar atau pokok, seperti popok serta selimut.

“Kami terlebih dahulu mencari tahu kebutuhan dan data para korban, dari data BPBD dan PMI. Jadi bantuan diberikan nanti, tidak berupa uang tunai,” ujarnya.

Selaku Wakil Ketua DPRD Parimo, Faisan Badja menuturkan, mendorong pemerintah desa untuk menggunakan dana desa, untuk pembiayaan pengadaan tanah.

Lahan itu nantinya, akan digunakan untuk pembangunan hunian tetap bagi para korban bencana yang tinggal disepadan pantai, seperti di Desa Tilung Kecamatan Tomini.

Sebab, pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran pembangunan hunian tetap bagi para korban bencana, dengan persyarakatan pemerintah setempat telah menyiapkan lahannya terlebih dahulu.

“Kami mendorong pemerintah desa untuk pembebasan lahan, namun harus berdasarkan kesepakatan bersama ditingkat desa,” kata dia.

Sementara untuk normalisasi sungai, harus diketahui terlebih dahulu terkait batas-batas penanganan, sebab pemerintah provinsi juga menangani persoalan itu.

“Kalau memang Balai Sungai Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD harus segera melakukan koordinasi. Jika itu masuk dalam wilayah penanganan kabupaten, maka BPBD segera lakukan koordinasi dengan BNPB, DPUPRP,” jelasnya.

Sebelumnya, terjadi bencana banjir Minggu, 11 Juli 2021 di Desa Sienjo dan Sibalago Kecamatan Toribulu. Beberapa rumah mengalami kerusakan, dan bahkan jembatan penghubung dua dusun di Desa Sibalago terputus akibat bencana banjir.

Berselang sehari Senin 12 Juli 2021, bencana serupa terjadi di Kecamatan Tomini. Ratusan rumah mengalami kerusakan, baik ringan hingga berat di empat desa. Para korban bencana membutuhkan bantuan Sembako dan tempat pengungsian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *