banner 728x250

Dishub Parimo Uji Petik Parkir di Toboli Untuk Optimalisasi PAD

  • Bagikan
Arman Maulana - Kepala Dinas Perhubungan Parigi Moutong

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG –  Dinas Perhubungan (Dishub) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah melaksanakan uji petik parkir ditepi jalan Desa Toboli Kecamatan Parigi Utara. Kegiatan itu dimulai sejak tanggal 20 hingga 28 Juli 2021 itu, bertujuan untuk mengoptimasiliasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sejak Parimo dimekarkan sejak tahun 2012, menjadi daerah otonomi baru, parkir Desa Toboli belum pernah dilakukan uji petik persoalan parkir ditepi jalan. Padahal, Desa Toboli merupakan daerah segitiga emas, menghubungkan daerah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, serta beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah,” ungkap Kadis Perhubungan Parimo, Arman Maulana saat dihubungi, Kamis (22/07).

Dia menjelaskan, tujuannya pelaksanaan uji petik untuk mengetahui berapa banyak kendaraan parkir atau singgah ditepi jalan Desa Toboli dan Toboli Barat, serta mengetahui berapa besar kontribusi dari retribusi parkir untuk optimalisasi PAD.

Selain itu, rencana pemberlakukan retribusi parkir juga untuk kelancaran lalulintas, karena pemilik kendaraan tidak lagi parkir disembarang tempat atau dibadan jalan. Kemudian, hasilnya akan diserahkan ke Badan Pendapatan Daerah, untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan daerah.

“Begitu banyak kendaraan parkir disana, saya pikir kalau dibebankan Rp3000 untuk kendaraan roda empat dan enam serta Rp2000 bagi kendaraan roda dua, tidak akan keberatan karena akan bermanfaat untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Berdasarkan pantaunnya kata dia, Desa Toboli merupakan kawasan kuliner, dan banyak disinggahi pengguna kendaraan roda dua, empat hingga enam. Mereka singgah untuk menikmati sajian kuliner sembari beristirahat sejenak.

Sehingga, menjadi peluang bagi Dinas Perhubungan untuk memanfaatkan situasi, untuk memberlakukan retribusi parkir tepi jalan. Hal itu, sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2012, tentang rentribusi dasar dan retribusi umum.

“Kemudian, pasal 18 dalam Perda itu, juga diatur tentang retribusi dan kontribusi parkir ditepi jalan, sebagai penguatan,” jelasnya.

Pihaknya menilai, tidak terkelolanya retribusi parkir selama ini, daerah mengalami keteteran PAD hingga ratusan juta.

Usai uji petik lanjutnya, pihaknya akan melakukan berbagai langkah untuk menerapkan retribusi parkir. Dengan melakukan pendekatan terlebih dahulu, ke berbagai elemen masyarakat, serta pihak-pihak yang berkepentingan.

 “Usai Desa Toboli, uji petik parkir tepi jalan juga akan kami laksanakan di Desa Tolai. Kami telah mengkomunikasikan rencana itu kepada pihak kecamatan setempat,” pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: