Rapat Evaluasi DTKS, Hasilkan Tujuh Poin Penting

Rapat Evaluasi hasil verifikasi dan validasi DTKS Kabupaten Parigi Moutong. (Foto : IST)

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah melakukan rapat evaluasi hasil verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah, Zulfinasran Ahmad itu, menghasilkan tujuh poin penting, sebagai harapan Pemda.

Bacaan Lainnya

“Ada tujuh poin penting menjadi harapan Pemda dari hasil rapat evaluasi verifikasi dan validasi DTKS itu,” ungkap Zulfinasran Ahmad saat dihubungi, Kamis (22/07).

Dalam rapat itu kata dia, pihaknya meminta tim verifikasi dan validasi agar memastikan kembali seluruh masyarakat Parigi Moutong, yang berhak agar dimasukan dalam DTKS, baik warga memiliki Nomor Induk kependudukan dan belum memilikinya.

“Harus dipastikan yang masuk dalam DTKS, adalah bukan masyarakat yang mampu. Menjadi perhatian juga adalah status anak yatim piatu yang tinggal dan masuk dalam KK orang lain,” ungkapnya.

Apabila dalam uji petik atas data terdapat masyarakat mampu, maka warga itu diwajibkan untuk mengembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Dia menjelaskan, ketika terdapat masyarakat berhak menjadi penerima manfaat, namun tidak terdata dalam DTKS saat ini. Maka, pemerintah desa diminta untuk menjamin masyarakatnya menggunakan Dana Desa (DD).

DTKS ini menjadi rujukan Pemda maupun pemerintah pusat, dalam penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat. Dirinya meminta, semua pihak yang terlibat dalam verifikasi dan validasi untuk lebih teliti saat melakukan pendataan.

“Jangan sampai masyarakat dalam kategori mampu dimasukkan. Sebaliknya masyarakat yang benar-benar berhak untuk menerima manfaat, tidak terdata,” ujarnya.

Sementara, bagi masyarakat yang belum memiliki NIK, akan menjadi tanggung jawab dari Dinas Dukcapil setempat, dalam pemenuhan data kependudukan untuk kepentingan pemenuhan DTKS.

“Setelah DTKS sudah terkumpul dan dinyatakan valid, agar dilakukan verifikasi dan validasi kembali secara berkala,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *