Panitia Pendaftaran PPPK dan CPNS Sortir Berkas Calon Peserta

Ahmad Saiful - Kepala BKPSDM Parigi Moutong

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG – Panitia seleksi pendaftarakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang saat ini melakukan sortir, menemukan penulisan nama calon peserta tidak sesuai ketentuan pendaftaran.  

Bacaan Lainnya

“Berkas kami terima dari Kantor Pos, sudah mencapai 70 persen. Saat ini kami telah masuk pada tahapan sortir berkas calon peserta, disesuaikan dengan akun pendaftaran calon peserta,” ungkap Kepala BKSDM Parigi Moutong, Ahmad Saiful ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/07).

Hasil sortir panitia, ditemukan penulisan nama dalam akun pendaftaran milik calon peserta disesuaikan dengan berkas, tidak sesuai dengan tulisa pada ijazah. Para calon peserta, hanya mencantumkan nama berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Hal-hal yang tidak sesuai ketentuan, dalam pengumuman nanti akan dianggap TSM,” ujarnya.

Persoalan itu menurut dia, mungkin dianggap hal kecil bagi para calon peserta. Namun akan berpengaruh pada hasil akhir, atau ketika peserta dinyatakan lolos dan saat SK dikeluarkan.

Sebab, kesalahan penulisan nama, akan dianggap orang yang berbeda. Sehingga, seluruh berkas terlampir dalam akun, harus dipastikan sesuai dengan berkas terkirim melalui Kantor Pos dan ketentuan pendaftaran.

“Saya menduga kemungkinan calon peserta ini menggunakan jasa orang, untuk membuat akun pendaftaran meraka. Makanya ditemukan ketidak sesuaian saat sortir,” ungkapnya.  

Hingga saat ini, pendaftar PPPK tenaga guru sebanyak 1.242 orang. Sedangkan PPPK non guru sebanyak 160 orang, namun jumlah itu dianggap masih kurang dari kuota ditetapkan sebanyak 180 peserta.

Sementara jalur CPNS dengan kuota 106 orang untuk formasi kesehatan dan teknis, peserta pendaftar telah mencapai 1.081 orang.

“Jadi Nakes yang masih memenuhi syarat untuk masuk melalui jalur CPNS, mereka lebih cenderung memilih dijalur itu, dibandingkan PPPK,” terangnya.

Masih diberikan kesempatan pada calon peserta lainnya untuk melengkapi berkas, sebab ada perpanjangan waktu pendaftaran hingga 26 Juli 2021.

“Alasan pemerintah pusat memperpanjang waktu kami tidak tahu persis. Kalau untuk kami, kuota itu memenuhi atau tidak, sebenarnya bukan menjadi masalah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *