Dua Kepala Daerah Absen, Sekab Parimo Sebagai Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI-76

Sekretaris Daerah Parimo bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Parimo, menyerahkan duplikat bendera pusaka kepada anggota Paskibraka Parimo, Selasa (17/8). (FOTO : Prokopim Setda Parimo)

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENGSekretaris Daerah  (Sekda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Zulfinasran Ahamd, bertindak sebagai inspektur  upacara pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Dua kepala daerah setempat dikabarkan sakit, hingga tak bisa hadiri di upacara tersebut.

Bacaan Lainnya

“Bapak Bupati dan Wakil Bupati berhalangan hadir,” Kabag Prokopim Setda Parimo, Aidar Lapato kepada wartawan, Selasa (17/8).

Aidar Lapato mengatakan, kedua kepala daerah baik Bupati dan Wakil Bupati tidak bisa bertindak sebagai Inspektur upacara HUT Kemerdekaan RI, dikarenakan terkendala dengan kesehatannya.

Dia menjelaskan, dari jauh hari telah dipastikan Bupati H. Samsurizal Tombolotutu tidak dapat hadiri, karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara, Wakil Bupati H. Badrun Nggai, juga dalam kondisi sakit tetapi belum ada konfirmasi terkait apakah terpapar atau disebabkan penyakit yang dideritanya.

Wakil Bupati kata dia, mengabarkan tidak bisa menjadi bagian pada upacara peringatan, satu hari menjelang hari pelaksanaan.  

“Maka, saya langsung berkoordinasi dengan Sekda untuk menjadi Inspektur dan beliau setujui,” ungkapnya.

Dia menuturkan, terkait pelaksanaan upacara pihaknya, berpedoman pada surat edaran Menteri dalam negeri yang terakhir. Jumlah peserta upacara yang diatur dalam edaran itu maksimal 10 persen dari jumlah yang sebelumnya.

“Upacara sebelumnya jumlah peserta yang berad di panggung sebanyak 200 orang, tetapi karena di batasi hanya bisa menghadirkan 20 orang saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, upacara ini dilakukan secara virtual tanpa menghadirkan kepala OPD beserta jajarannya di lokasi pelaksanaan halaman kantor Bupati. Hal itu, sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang terakhir usai tiga kali perubahan, tentang teknis pelaksanaan upacara.

Dalam surat edaran itu, jumlah peserta di panggung utama dibatasi hingga maksimal 10 persen dari biasanya. Pasukan pun sebelumnya 10 orang dalam satu regu, namun tidak seluruhnya bisa dihadirkan.  

“Jadi yang hadir ini pimpinan Forkopimda dengan menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *