DPRD Parimo Dorong BKPSDM Sikapi Kepsek Diduga Abaikan Tugasnya

Feri Budi Utomo - Ketua Komisi IV DPRD Parimo

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG – Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Feri Budi Utomo mendorong Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk menyikapi terkait dugaan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Baliara yang diduga mengabaikan tugasnya, karena aktifitas tambang.

Bacaan Lainnya

“BKPSDM harus menindaklanjuti persoalan ini, mengkonfirmasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),” ujar Feri saat dihubungi, Senin (30/8).

Dari hasil itu kata dia, jika yang bersangkutan dinyatakan bersalah harus berikan sanksi, baik teguran atau bentuk sanksi lainnya, sebagai langka memberikan efek jerah serta memberikan gambaran kepada Aparat Negeri Sipil (ASN) lainnya.

Apalagi lanjut dia, Kepsek SDN Baliara melakukan aktifitas pertambangan emas, di lokasi belum memiliki kejelasan terkait status izinnya.

“Perlu dicari tahu, kebenaran Kepsek abaikan tugasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Parimo, Aminuddin mengatakan, setelah mendapatkan informasi itu dari beberapa media, pihaknya langsung mengundang Kepsek SDN Baliara, Ibrahim Kulas.

Kepsek kata dia, mengakui tidak berada di sekolah selama kurang lebih dua minggu lamanya, karena sedang menjalani isolasi mandiri. Namun, jelang pelaksanaan sosialisasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang bersangkutan telah kembali menjalankan tugas seperti sebelumnya.

“Dua minggu terakhir dia memang akui tidak masuk. Alhamdulilah ketika ANBK beliau bisa hadir,” jelasnya.   

Kemudian, Kepsek juga beralasan tidak aktif di sekolah karena, mencari operasi yang membantunya dalam membuat laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan data Dapodik SDN Baliara.

“Karena dia tidak punya operator, dia sering keluar kantor untuk mencari bantuan mengurus itu. Kadang dia kerja di sekolah dan kadang juga di luar,” kata dia.

Terkait keterlibatannya di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kayuboko kata Kadis, dibantahnya. Sebab yang bersangkutan mengaku, datang ke lokasi tambang hanya sebatas melihat aktifitas masyakat disana.

“Dia bilang hanya jalan-jalan mau lihat emas itu. Saya juga kalau dekat disitu, saya lihat-lihat kesitu. Tapi kalau untuk terjun langsung, menurut beliau tidak ada,” ungkapnya.

Namun sayangnya, Kadis mengaku tidak sempat menanyakan soal keterlibatannya dalam menyediakan mesin untuk aktifitas tambang di Kayuboko.

Padahal, sebelumnya Ibrahim Kulas saat di konfirmasi mengaku, hanya menyediakan mesin ketika ada seseorang membutuhkan, tetapi ia tidak menyebutkan secara detail mesin apa yang dimaksudnya.

Aminuddin menuturkan, pihaknya telah membuat kesepakatan bersama Kapsek, agar tetap aktif dan tidak mengabaikan tugasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *