Wabup Parimo Akan Telusuri Dugaan Kepsek Terlibat Tambang

H. Badrun Nggai, SE, Wakil Bupati Kabupaten Parigi Moutong

      Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Badrun Nggai akan menindaklanjuti dugaan Kepala Sekolah (Kepsek) terlibat di Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dan mengabaikan tugas diembannya.

Bacaan Lainnya

“Siapa namanya? Kepala sekolah mana? Akan ditelusuri dulu, saya akan minta dinas terkait, dan camatnya biar cepat dicari tahu,” ungkap Badrun kepada wartawan, Rabu (1/9).

Dengan tegas Wabup mengatakan, akan memberikan sanksi kepada Kepsek yang abaikan tugas dan tanggungjawabnya, untuk kepentingan aktifitas PETI di Desa Kabyuboko.

Saksi itu kata dia, bisa berupa teguran hingga pembinaan kepada yang bersangkutan, jika terbukti mengabaikan tugas, dan terlibat.

“Pasti ada sanksinya kalau memang benar dia (Kepsek) terlibat,” kata dia.

Terkait PETI di Kayuboko, pihaknya mengaku sangat prihatin. Bahkan, heran dengan tindakan pelaku penambang setempat, yang terus melakukan aktifitas illegal itu meski telah diminta menghentikan kegiatan itu, melalui surat Bupati Parimo.

Bukan hanya itu, surat peringatan pun telah beberapa kali dilayangkan kepada aparat desa Kayuboko. Namun, tidak dapat menghentikan kegiatan mereka disana.

“Terus terang ya, saya ini sudah beberapa kali coba untuk mereka masuki, tapi saya tetap menolak,” ungkapnya.

Saat ini menurut dia, Ketua Asosiasi Petambangan Rakyat Indonesia (APRI) juga akan melakukan silaturahim dengannnya. Kesempatan itu, akan digunakan Wabup untuk menyampaikan, agar membatasi pembukaan lahan pertambangan emas di wilayah Parimo.

“Saya dapat info, ada buka lahan tambang di Tinombo Selatan dan Ongka Malino. Saya sudah perintahkan camat, Dinas PUPRP dan DLH untuk telusuri itu. Bahkan, ada alat berat baru beroperasi disana. Itu dari mana? Sudah pasti dari luar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Baliara, Parimo, Sulawesi Tengah, Ibrahim Kulas diduga abaikan tanggungjawabnya. Pasalnya, berdasarkan informasi sang Kepsek disebut-sebut lebih aktif terlibat dalam aktifitas Pertambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat.

“Kalau tambang itu, sore,” ungkap Ibrahim Kulas, saat di konfirmasi terkait aktifitasnya di PETI Desa Kayuboko, Kamis 26 Agustus 2021.

Namun, dia membantah mengabaikan aktifitasnya di tambang emas mengabaikan tanggunjawabnya sebagai Kepsek di SDN Baliara. Dia mengklaim, sejauh ini koordinasinya dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat masih berjalan.

Namun, terkait dengan koordinasi yang disebut-sebut sang Kepsek, dibantah oleh Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ibrahim.

Dia menegaskan, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Bidang Manajemen SD, Ibrahim Kulas belum pernah melakukan koordinasi dengannya secara langsung.

“Tapi tidak tahu, kalau koordinasi ke kepala seksi atau pihak lain di dinas. Kalau dengan saya belum pernah,” ucap Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *