Kepsek Terlibat Aktifitas Tambang, Kadis Disdikbud Parimo Merasa Dibohongi

Aminuddin, S. Pd - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong

Penulis : Ozhan

BERITA SULTENG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah Aminuddin, merasa telah dibohongi oleh Kepala Sekolah SDN Baliara Ibrahim Kulas karena, diduga pernyataannya saat dikonfirmasi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Bacaan Lainnya

“Memang waktu saya konfirmasi kepada dia (Kepsek) mengatakan tidak terlibat. Dia bilang hanya jalan-jalan mau lihat emas itu,” ungkap Aminuddin saat dihubungi, Kamis (2/9).

Menurut dia, pihaknya mendapatkan informasi terakhir yang bersangkutan diduga memiliki tiga alat mesin dompleng. Alat itu berdasarkan informasi berada di lokasi tambang dua unit, dan satu unit disimpan di rumah Kepsek di Desa Kayuboko.

Memang dia mengakui, saat mengundang Kepsek menemuinya beberapa waktu lalu untuk dikonfirmasi, pihaknya tidak menanyakan secara detail soal keterlibatannya di kegiatan tambang.

Pertanyaannya hanya soal dugaan Kepsek mengabaikan tugasnya, karena tidak lagi berada di sekolah. Sehingga, ketika Camat Parigi Barat mendatanginya, untuk mengkonfirmasi persoalan keterlibatannya di tambang emas, pihaknya menjelaskan hanya bertanya soal tugas pokoknya sebagai Kepsek.

“Sementara soal keterlibatannya di tambang emas itu, saya tidak terlalu jauh kesana,” kata dia.

Berdasarkan informasi terakhir, Ibrahim Kulas diketahui memiliki dua mesin dompleng yang digunakannya untuk beroperasi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Kayuboko.

Namun, belakangan dua mesin itu secara tiba-tiba diturunkan dari lokasi tambang, dan satu dompleng yang biasa disimpan dihalaman belakang rumahnya, tidak terlihat lagi.

Dia pun sebelumnya, sempat mengakui melakukan kegiatan tambang pada sore hari, dan membantah mengabaikan tugasnya di sekolah.

“Kalau tambang itu, sore,” ungkap Ibrahim Kulas, saat di konfirmasi terkait aktifitasnya di PETI Desa Kayuboko, Kamis 26 Agustus 2021.

Ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Parimo, Sumitro membenarkan Ibrahim Kulas Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Baliara sempat berkoordinasi kepada pihaknya terkait pengurusan izin pertambangan.

“Pak Ibrahim itu kepala sekolah? Saya pikir hanya guru biasa. Iya memang pernah koordinasi soal izin tambang dari illegal menjadi legal,” ungkap Sumitro saat dihubungi, Selasa (1/9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *