banner 728x250

Jembatan Gantung di Sulbar Rusak Diterjang Banjir, 2.000 Warga Terisolir

  • Bagikan
Foto : Istimewa

Sumber : detik.com

Berita Sulteng Jembatan gantung menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak parah diterjang banjir. Tingginya curah hujan dalam sepekan ini menyebabkan sungai meluap.


Rusaknya jembatan gantung tersebut, mengakibatkan 2.000 jiwa yang bermukim di Desa Lenggo terisolir.

Banjir luapan sungai menerjang Jumat malam (12/11). Terjangan banjir mengakibatkan jembatan gantung tidak dapat dilalui, karena sebagian lantainya terlepas terbawa banjir.

“Kejadian tadi malam dihantam luapan air sungai,” kata salah pemuda Desa Lenggo, Habibi kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (13/11/2021).

Habibi berharap, pemerintah segera turun tangan, membantu pembenahan jembatan gantung yang panjangnya sekitar 50 meter yang membentang di atas Sungai Masunni.

“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, agar segera meninjau jembatan gantung tersebut, agar bisa dibantu untuk pembenahannya,” pungkasnya.

Sementara itu, banjir juga menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Bonra dan Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, terendam banjir. Banjir disebabkan luapan Sungai Mapilli.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah ini, sejak Jumat siang (12/11) kemarin.

“Untuk sementara ini, pada Wilayah Kecamatan Mapilli, ada beberapa desa yang terdampak banjir, tapi yang agak parah di Desa Segerang kemudian di Desa Bonra,” kata Bhabinsa Koramil 1402-02/Wonomulyo, Serma Abd Gaffar, saat dikonfirmasi.

“Kalau di Desa Segerang kurang lebih 80 rumah, kalau di Desa Bonra ini kurang lebih 15 rumah,” sambung Gaffar.

Menurut Gaffar, banjir akibat luapan Sungai Mapilli ini mulai menerjang pada Sabtu dini hari (13/11) sekitar pukul 04.00 Wita. Selain menggenangi permukiman, banjir turut merendam areal perkebunan dan persawahan warga.

Kendati sempat mengganggu aktivitas warga, saat ini ketinggian banjir yang menggenangi permukiman sudah mulai surut.

Berdasarkan pantauan wartawan, hingga saat ini ketinggian banjir yang menggenangi pemukiman warga, masih mencapai lutut orang dewasa. Warga yang rumahnya sempat tergenang banjir, mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: