banner 728x250

Ini Cara Penipu Umroh-Investasi Bodong Perdaya Ratusan Korban Senilai Rp 2 M

  • Bagikan
Foto : Istimewa, Otak Kasus Penipu Umroh

Sumber : detik.com

Berita Sulteng- M Nasir (43) menipu 232 orang di Jatim dan Jabar dengan modus umroh murah dan investasi bodong. Selama setahun, tersangka menghimpun dana dari para korban Rp 2,027 miliar. Seperti apa cara Nasir memperdaya para korban?

Untuk menjalankan aksinya di Mojokerto, Nasir merekrut seorang perempuan berinisial SD (39), warga Kecamatan Puri. Pria asal Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya ini kenal dengan SD karena sama-sama berdagang uang digital.

Awalnya Nasir meminta bantuan SD untuk menjajakan jasa perjalanan umroh dengan biaya murah pada pertengahan 2019. Konsumen cukup membayar Rp 10 juta sudah bisa menunaikan umroh dua tahun kemudian. Padahal, saat itu biaya umroh sudah mencapai Rp 21-27 juta per orang.

“Tersangka menjanjikan imbalan untuk SD Rp 250.000 per jemaah umroh,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Tidak sampai di situ saja, pada April 2020 Nasir meminta SD untuk memasarkan investasi dengan keuntungan 14 persen per bulan selama 15 bulan. Tersangka mengiming-imingi SD keuntungan 4,6 persen per bulan selama 15 bulan.

“Untuk meyakinkan SD, tersangka mengaku memiliki beberapa kegiatan usaha dengan keuntungan yang sangat besar,” terang Andaru.

Tanpa menaruh curiga, SD pun memasarkan umroh murah dan investasi dari Nasir. Perempuan asal Kecamatan Puri, Mojokerto ini berhasil mengumpulkan dana dari 17 korban Rp 414 juta. Terdiri dari Rp 130 juta untuk umroh dan Rp 284 juta untuk investasi.

Dana tersebut telah disetorkan SD kepada Nasir. Setelah dua tahun berlalu, tidak seorang korban pun yang diberangkatkan umroh oleh tersangka. Keuntungan investasi yang dijanjikan Nasir juga sebatas isapan jempol. Bahkan, dana para korban kini tak jelas rimbanya.

“Ternyata tersangka tidak mempunyai perusahaan pemberangkatan ibadah umroh maupun kegiatan usaha lainnya,” ungkap Andaru.

Usut punya usut, Nasir juga beroperasi sendiri untuk menawarkan umroh murah dan investasi dengan keuntungan tinggi. Selama satu tahun, tersangka menipu 215 korban dengan nilai kerugian Rp 1,613 miliar.

Para korban berasal dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bangkalan, serta Indramayu-Jabar. Dengan begitu, total kerugian yang dialami 232 korban mencapai Rp 2,027 miliar.

“Dana para korban digunakan tersangka untuk kehidupan sehari-hari dan berdagang uang digital,” tandas Andaru.

Akibat perbuatannya, Nasir harus mendekam di Rutan Polres Mojokerto. Ia disangka dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Ancaman hukuam 4 tahun penjara sudah menantinya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: