KI Nilai Pelaksanaan Pemilu di Sulteng Belum Optimal
By beritasulteng On 13 Apr, 2014 At 08:55 PM | Categorized As RAGAM | With 0 Comments

 

Ketua Komisi Informasi Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto menilai penyelenggaraan pemilu masih jauh dari harapan.(SYAMSUDDIN)

Ketua Komisi Informasi Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto menilai penyelenggaraan pemilu masih jauh dari harapan.(SYAMSUDDIN)

PALU-Komisi Informasi Sulawesi Tengah menilai pelaksanaan pemilihan umum legislatif di Sulawesi Tengah belum optimal atau masih jauh dari harapan. Indikatornya antar lain dilihat dari turunnya jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya. Penurunan jumlah pemilih itu terjadi setiap tahunnya.

 

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi Informasi Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto kepada wartawan di ruang kerjanya Sabtu (12/4). Salman mengkalkulasi jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya di Kota Palu berada di kisaran 34 persen. Jumlah itu berasal dari warga yang tidak terdaftar, tidak bisa menggunakan hak pilihnya serta tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Kondisi tersebut menurutnya terjadi tak lepas dari kebijakan KPU yang memberikan kesempatan kepada warga yang tidak terdaftar untuk menggunakan KTP. ‘’Tapi faktanya di lapangan, banyak warga yang tidak diperkenankan oleh ketua KPPS untuk memilih jika pakai KTP,’’ujarnya.

 

Selain itu, lanjutnya, sistem online dalam penghitungan suara oleh KPU ternyata belum sepenuhnya bisa dilaksanakan karena terkendala perangkat internet. Akibatnya proses input data yang dilakukan pihak KPU jadi terlambat. Demikian halnya dengan formulir C1 yang sesuai standar tapi ternyata masih banyak yang rusak. Mata rantai perhitungan suara mestinya sudah dipersingkat dari TPS ke PPS tapi fakta yang terjadi masih juga lambat.

 

Salman juga mempertanyakan keterlambatan proses rekapitulasi suara yang masuk ke situs KPU Kota Palu. Ia menyebutkan hingga Jumat (11/4) malam, rekapitulasi suara yang masuk ke situs KPU Kota Palu barui mencapai 12,3 persen. Ini berarti, kata dia, butuh waktu satu minggu lebih baru bisa merampungkan rekapitulasi suara.

 

Hal senada disampaikan anggota Komisi Informasi, Abbas Rahim yang menilai pelaksanaan pemilu di Sulawesi Tengah belum optimal. Menurutnya kondisi itu terjadi karena tidak optimalnya kinerja penyelenggara pemilu, baik KPU, bawaslu di tingkat provinsi. ‘’Yah, ini terjadi karena kinerja penyelenggara pemilu yang tidak maksimal,’’kuncinya. (bs-01)

About -

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>