Sulteng dan Lima Kabupaten Siap Implementasikan REDD+
By beritasulteng On 14 Apr, 2014 At 07:54 AM | Categorized As RAGAM | With 0 Comments

Kepala Badan Pengelola REDD+ Heru Prasetyo (kedua dari kanan) dalam jumpa pers di Hotel Santika, Minggu (13/4) siang.(SYAMSUDDIN)

Kepala Badan Pengelola REDD+ Heru Prasetyo (kedua dari kanan) dalam jumpa pers di Hotel Santika, Minggu (13/4) siang.(SYAMSUDDIN)

PALU-Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah beserta lima kabupaten membangun komitmen pelaksanaan Penurunan Gas Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (REDD+). Komitmen itu ditandai dengan penandatangan Nota Kesepakatan Bersama (MoU) antara Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Bupati Donggala Kasman Lassa, Bupati Tojo Unauna Damsyik Ladjalani, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan, Bupati Sigi Aswadin Randalembah dengan Kepala Badan Pengelola REDD+ Heru Prasetyo.

 

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di kantor gubernur Sulawesi Tengah bersamaan dengan puncak acara hari ulang tahun emas (50 Tahun) provinsi Sulawesi Tengah.

 

Kepala BP REDD+ Heru Prasetyo dalam keterangan persnya di Hotel Santika Minggu (13/4) siang mengatakan dengan adanya MoU tersebut menandakan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dan lima kabupaten lainnya telah menunjukkan visi dan misi dan tekad yang kuat untuk memelihara hutan dan memperbaiki kualitasnya. Hal tersebut sejalan dengan misi BP REDD+dalam mewujudkan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas buang rumah kaca hingga 41 persen pada tahun 2020 melalui hutan yang sehat sebagai paru-paru dunia.

 

Heru menegaskan bahwa terdapat sejumlah penyebab utama kerusakan hutan, antara lain permasalahan tata ruang dan hak tenurial , manajemen hutan yang tidak efektif, tata kelola yang tidak transparan serta lemahnya dasar hukum dan penegakannya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah Ir Nahardi menyambut baik kerjasama tersebut dan mengaku kalau Sulteng juga mendapat manfaat dalam peningkatan dan pengembangan kapasitas kelembagaan meliputi sumber daya manusia, penyempurnaan data dan peta serta pengembangan infrastruktur. Persiapan dan pengembangan program-program strategis REDD+ di Sulteng, lanjut Nahardi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kabupaten.(bs-01)

About -

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>