Longki, Kembangkan Sektor Ekonomi, Manfaatkan Tenaga Lokal Hadapi MEA

 

20150817_121115_1Moh.Nasir Tula (10/8/2015)

beritasulteng, Palu- Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 mendatang. Ini akan mempengaruhi banyak orang, terutama pekerja yang berkecimpung pada sektor keahlian khusus, olehnya itu mulai dari sekarang pemerintah propinsi Sulawesi Tengah telah melakukan berbagai upaya persiapan dalam menghadapi kemajuan persaingan di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kata Gubernur Prop.Sulteng Drs.H.Longki Djanggola, M.Si, dihadapan Anggota DPR RI Komisi VI, di ruang Polibu kantor gubernur, pada Senin (10/8/2015).

perlu kita ketahui bersama Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang,  atas dasar itulah sehingga pemerintah Indonesia menghimbau kepada semua pemimpin daerah (Gubernur-red) untuk memantapkan Sumber Daya Manusia (SDA) yang memiliki kemampuan untuk bersaing di dunia pasar global nantinya.

hal ini dilakukan sejak jauh hari agar kita tidak menjadi penonton di daerah sendiri, karena kita tahu bersama propinsi Sulteng memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah dan tinggal di kelola dengan baik oleh putra daerah yang sudah memiliki kemampuan di bidangnya masing – masing, supaya bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sulteng demi peningkatan kesejahteraan ekonominya, tutur Longki, di hadapan sembilan anggota DPR RI Komisi VI dan para Kepala SKPD di Lingkup Sulteng.

 

Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

lebih jauh Longki menegaskan, jangan sampai kita “kecolongan” dan mengaku telah menyiapkan strategi dalam menghadapi pasar bebas tenaga kerja, dan sektor di perluas akan tetapi syarat di perketat, buka tidak asal buka dan bebas tidak asal bebas. kami tidak mau tenaga kerja lokal (Daerah)yang sebetulnya berkualitas dan mampu, tatapi ada tenaga kerja asing (Luar daerah- red) jadi tergeser.

Dengan harapan, hasil pertemuan dari kunjungan kerja para anggota DPR RI yang terhormat bisa membantu pemerintah propinsi Sulawesi Tengah, dalam memberikan solusi dan suport terhadap kemajuan daerah ini melalui program yang ada tersusun di pusat untuk di salurkan ke daerah prop. Sulteng, supaya bisah mencapai keingginan sejajar dengan daerah di kawasan timur Indonesia, harap Longki.

 

 

 

 

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>