Kampus Unisa Palu Tidak Di Tutup

IMG_0570Moh.Nasir Tula (3/10/2015)

beritasulteng,PALU – Penonaktifan status Univeritas Alkhairaat (Unisa), pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) di situs website Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti), tidak mempengaruhi proses perkuliahan di Unisa. Karena saksi dari penonaktifan tersebut, hanya berdampak pada pemberhentian sementara proses sertifikasi desen (Serdos), dan beasiswa bagi sejumlah mahasiswa.

“Masyarakat banyak menelpon untuk tanyakan soal penutupan, akibat dari penonaktifan itu,” kata Rektor Unsia, Dr. H. Hamdan Rampadio, SH, MH, kamis (1/10) di ruang kerjanya.

Menurut Rektor, Unisa tidak ditutup karena proses perkuliahan saat ini tetap berjalan, bahkan pada minggu lalu, Unisa telah melepas mahasiswa KKN angkatan 36, ke daerah Kabupaten Donggala dan di Kota Palu sendiri. Jadi tidak berpengaruh penonaktifan dimaksud dengan proses akademik di Unisa, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua wali mahasiswa.

Lanjut dia, sama halnya dengan penerimaan mahasiswa baru, pada tahun ajaran baru ini, Unisa sudah meloloskan mahasiswa baru (Maba) dan sekarang ini mereka mengikuti proses perkuliahan pertama. Ada pun informasi yang beredar diluar tentang penutupan Unisa, itu sangat tidak benar dan dianggap sesat.

“Kalau ada orang yang bilang Unisa akan ditutup, karena statusnya non aktif, berarti orang itu tidak mengerti dan tidak paham dengan peraturan Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Dr. H. Hamdan Rampadio membenarkan adanya penonaktifan status Unisa di PDPT website Dikti, hal itu dikarenakan kasus pertambangan, yang dikerja samakan dengan Universitas Perjuangan Republik Indonesia (UPRI) Makassar. Namun hal itu sudah diatasi, dengan adanya penandatanganan penyerahan sejumlah mahasiswa pertambangan kembali ke UPRI Makassar.

Penandatangan itu tambhanya, berdasarkan anjuran dari Dikti sendiri kepada pihak Unisa, agar status penonaktifan akan di kembalikan menjadi aktif. Hasil dari penandatangan tersebut sudah dikonfirmasi ke pihak Dikti, dan dan untuk mengaktifkan kembali status yang dimaksud, pihak Unisa tinggal menyelesaikan dokumen rasio dosen di Fakultas Kedokteran.

“Karena jumlah dosen di Fakultas Kedokteran yang dibutuhkan sebanyak 36 orang, dan sekarang ini masih kekurangan empat orang, tapi Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah bisa teratasi,” sebut Rektor Unisa, Dr. H. Hamdan Rampadio, SH, MH.****

Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>