NDB Sosialisasi Empat Unsur Dasar Berbangsa

Dewi Shita-(03/10/2015)
beritaSulteng-Sigi- Anggota DPD MPR RI,perwalikan Sulteng Hj.Nurmawati Dewi Bantilan SE.MH, (NDB)kembali menggelar pelaksanaan kegiatan sosialisasi empat Unsur dasar dalam berbangsa dan bernegara, pancasila, Undang -Undang Dasar Republik Indonesia 1945,dan Bhineka Tunggal Ika.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan di Sulteng oleh anggota DPD 3 periode itu kali ini kembali dilaksanakan di desa ‎Potoya kecamatan Dolo,Kabupaten Sigi dan dihadiri oleh kurang lebih 150 orang peserta yang menjadi perwakilan tokoh masyarakat,pemuda,agama,perempuan dan organisasi, Pada Sabtu (03/10/2015).
Mengawali kegiatan NDB yang tampil sebagai narasumber di hadapan peserta mengatakan apabila tidak ada jalan yang mudah, jika ingin Bangsa yang Maju‎,tidak ada yang santai,karena pastilah jalan itu terjal,dan mendaki,karena itu. Dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah jika menginginkan Bangsa yang hebat kuat,kokoh dan bermartabat, hingga sebagaimana amanah menjadi kewajiban bagi mereka untuk terus dapat mensosialisasikan kembali secara terus menerus kepada masyarakat makna penting Pancasila,Uud,Nkri dan Bhineka Tunggal Ika, untuk mempertahankan karakter Bangsa.
Dalam kesempatan tersebut para peserta yang hadir juga mempertanyakan banyak hal kepada wanita kelahiran 16 september 1971 itu’  antara lain berkaitan dengan persoalan konflik dan disintegrasi kemiskinan yang masih sangat subur terlihat di masyarakat,masih minusnya keberadaan pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi masyarakatnya,cara efektif penyelesaian konflik yang saat lalu juga marak terjadi di wilayah Sigi, hingga  ke hal kurikulum pendidikan kewarganegaraan di sekolah ‎yang daalam pengutaraan peserta dirasa telah memerlukan langkah yang maju dalam pengajaranya, agar kemudian benar – banar dapat memberikan manfaat yang nyata di tengah masyarakat.
Menanggapi berbagai pertanyaan,saran dan pernyataan peserta anggota Komite 1 DPDRI itu mengatakan jika keberadaan konflik memang selalu sulit dilepaskan dari faktor kesejahteraan,kurangnya lapangan kerja dan sulitnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari cenderung menimbulkan rasa frustasi masyarakat,sehingga kemudian masyarakat yang stres atas hal tersebut akan selalu mudah untuk terpancing menjadi terlibat dalam suatu konflik.
Hingga menurutnya percepatan pemerataan pembangunan memang perlu segera untuk dilakukan di Bangsa ini.
Dilain hal lanjut Ndb,Bangsa ini memang tengah mengalami persoalan Krisis Keteladanan,sehingga akibat dari hal itulah. Secara teori ,pimpinan yang tidak kredibel tentu akan menjadi kurang di patuhi atau di hargai oleh bawahan dan atau anggota Organisasihnya.
Berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan,Ndb menjawab pertanyaan peserta mengatakan jika secara nyata pendidikan kewarganegaraan sebagai kurikulum dalam pengajaran menjadi penting untuk membentuk warga negara yang baik dan cerdas (Good and smart citizens)‎ menjadi pribadi yang partisipasi serta bertanggung jawab. Hingga dalam mengajarkan pendidikan kewarganegaraan di perlukan beberapa pendekatan yang harus dilakukan,agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Pin It

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>